Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Bahar Bin Smith

Ini Salah Satu Alasan Polisi Tahan Habib Bahar bin Smith

Mabes Polri mengungkap salah satu alasan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith oleh kepolisian.

Ini Salah Satu Alasan Polisi Tahan Habib Bahar bin Smith
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Habib Bahar bin Smith 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Mabes Polri mengungkap salah satu alasan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith oleh kepolisian.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Bahar dinilai sebagai aktor intelektual dalam kasus penganiayaan anak.

Selain itu, Bahar juga menjadi pelaku penganiayaan terhadap kedua remaja berinisial MHU (17) dan ABJ (18).

"Karena dia (Bahar bin Smith, -red) aktor intelektual di peristiwa itu. Dan korban dia ini anak-anak lho. Ini soalnya pasal yang dikenakan bukan KUHP saja, tetapi juga pasal-pasal perlindungan anak," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Ia menjelaskan, ancaman dari undang-undang perlindungan anak lebih berat daripada KUHP.

Ancaman dari tiap pasal, kata Dedi, adalah kurungan di atas 5 tahun. Atas perbuatannya, Polda Jawa Barat diketahui menjerat yang bersangkutan dengan pasal berlapis, yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dalam kasus ini, penyidik mengklaim memiliki lima alat bukti untuk menjerat Bahar sebagai tersangka.

Meski dua alat bukti cukup menjadikan yang bersangkutan tersangka, polisi menerapkan unsur kehati-hatian dalam kasus ini.

Adapun alat bukti itu mulai dari keterangan saksi termasuk korban, bukti visum et repertum, bukti petunjuk, bukti digital dan keterangan tersangka.

Selain itu, jenderal bintang satu itu menuturkan perbuatan Bahar murni melawan hukum.

"Ini murni perbuatan melawan hukum dan polisi melihatnya dari fakta hukum yang ditemukan di TKP dari suatu peristiwa pidana itu," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus Bahar Bin Smith

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas