Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jonan Imbau Masyarakat Tidak Mendekati Gunung Anak Krakatau dan Tetap Waspada

Ignasius Jonan mengimbau agar masyarakat tidak mendekati area berbahaya Gunung Anak Krakatau pada radius 5 kilometer dari kawah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Jonan Imbau Masyarakat Tidak Mendekati Gunung Anak Krakatau dan Tetap Waspada
Tribunnews.com/ Fitri Wulandari
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Serang, Banten, Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengimbau agar masyarakat tidak mendekati area berbahaya Gunung Anak Krakatau pada radius 5 kilometer dari kawah.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat melakukan pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (GAK).

Baca: Kunjungi Kampung Sawah, Wanda Hamidah Dinilai Ramah

"Masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah," ujar Jonan di pos pengamanan, di Serang, Banten, Jumat (28/12/2018).

Baca: Maruf Amin: Tidak Ada Larangan Ucapkan Natal dari MUI

Ia juga menyarankan agar masyarakat setempat selalu mendengarkan instruksi yang disampaikan pemerintah setempat maupun lembaga terkait.

Mantan Menteri Perhubungan itu meminta masyarakat yang hendak beraktivitas agar selalu mengenakan masker dan kacamata jika hujan abu dari Gunung Anak Krakatau mulai turun.

"Saat hujan abu turun, masyarakat agar mengenakan masker dan kacamata bila beraktivitas di luar rumah," jelas Jonan.

Baca: Intip Penampilan Nia Ramadhani dan Intania Bakrie Dalam Balutan Gaun Pesta nan Glamor

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini, kata Jonan, aktivitas vulkanik gunung tersebut terus dipantau dari pos pengamatan yang dimiliki Badan Geologi Kementerian ESDM.

Status Gunung Anak Krakatau pun kini telah ditingkatkan menjadi Level III atau Siaga.

"Perkembangan setiap menit (terkait aktivitas GAK) dipantau dari sini," kata Jonan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas