Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Charles Honoris: Ucapan Prabowo soal RSCM Ingatkan Hoax Ratna Sarumpaet

"Dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia tidaklah seburuk dipikirkan Prabowo," ujar Charles.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Charles Honoris: Ucapan Prabowo soal RSCM Ingatkan Hoax Ratna Sarumpaet
Ist for ribunnews.com
Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ucapan Calon Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto yang mengaku mendapat laporan bahwa selang cuci darah di RSCM dipakai 40 orang, polanya sama dengan hoax yang pernah dia sebarkan dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Demikian dikemukakan Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

"Prabowo mengaku dapat laporan dan belum diklarifikasi kebenarannya, tapi sudah disebarkan ke publik bahwa seolah-olah itu fakta," ujar Charles.

Menurut dia, ucapan Prabowo kali ini bahkan lebih parah karena dia bukan saja telah merendahkan RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Jakarta sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Indonesia, tetapi telah melecehkan profesi dan sumpah jabatan dokter.

"Bahwa seolah-olah ribuan dokter yang bekerja di RSCM begitu jahat sehingga mengabaikan risiko penularan penyakit dari penggunaan selang cuci darah yang sama untuk 40 orang," ujar Charles.

Seandainya Prabowo sering berobat di dalam negeri, menurut Charles barangkali dia tidak akan lekas percaya terhadap laporan konyol yang sangat merendahkan dokter dan dunia medis di Indonesia itu.

"Dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia tidaklah seburuk dipikirkan Prabowo," ujarnya.

Baca: Hoaks Ratna Sarumpaet Hingga Tempe Setipis Kartu ATM Gerogoti Elektabilitas Prabowo-Sandi

Rekomendasi Untuk Anda

Charles mengatakan sekarang sudah Tahun Baru 2019 sehingga sebaiknya Prabowo juga menggunakan cara-cara kampanye baru yang mendidik publik, yakni dengan adu ide, adu program dan adu rekam jejak.

"Bukan dengan terus menerus menakut-nakuti rakyat dengan hoax seperti yang sudah-sudah, dan ketika sudah muncul gelombang protes, baru minta maaf. Hoax itu bisa dicegah dengan tertib klarifikasi, bukan diselesaikan dengan minta maaf berkali-kali," ujar Charles.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas