Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Donald Trump Dihujat di Twitter Gara-gara Pernyataan soal Afghanistan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya membuat kesalahan dengan 'membenarkan' keterlibatan bekas Uni Soviet di Afghanistan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Presiden Donald Trump Dihujat di Twitter Gara-gara Pernyataan soal Afghanistan
Nicholas Kamm/AFP/Getty Images
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya membuat kesalahan dengan 'membenarkan' keterlibatan bekas Uni Soviet di Afghanistan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam akun Twitter pribadinya yang berbelit-belit pada Rabu kemarin dan memicu cemoohan di media sosial.

Ia kemudian menegaskan pernyataannya tersebut dalam pertemuan kabinet yang dilangsungkan pada hari yang sama.

"Rusia dulunya adalah Uni Soviet. Afghanistan menjadikannya Rusia karena mereka (Soviet) bangkrut dalam pertempuran di Afghanistan," kata Trump.

"Alasan Rusia berada di Afghanistan adalah karena teroris pergi ke Rusia dan mereka benar berada di sana,".

Baca: Washington Melarang Pembelian Senjata Api kepada Warga yang Berusia di Bawah 21 Tahun

Dikutip dari laman USA Today, Kamis (3/1/2019), bekas Uni Soviet menyerbu Afghanistan pada 1979 untuk menopang pemerintahan komunis Afghanistan yang memerangi gerilyawan antikomunis.

AS pun mengecam langkah soviet dan akhirnya membantu pasukan pemberontak.

Rekomendasi Untuk Anda

Di bawah kepemimpinan Presiden Ronald Reagan saat itu, AS memberikan 'bekal' persenjataan, satu diantaranya adalah rudal anti-pesawat.

Karena keterlibatan AS, konflik Afghanistan menjadi 'rawa' bagi Uni Soviet dan membuat mereka menghabiskan biaya miliaran USD serta memberikan pukulan bagi reputasi Tentara Merahnya.

Itu merupakan salah satu dari banyak faktor yang menyebabkan runtuhnya Uni Soviet.

Para pakar politik tampaknya terkejut mendengar Trump menyebut tindakan Rusia adalah satu hal yang 'benar' untuk menginvasi Afghanistan dalam konflik Perang Dingin.

Menanggapi cuitan Trump di Twitter, seorang Kolumnis konservatif sekaligus Analis Politik, Jonah Goldberg mengatakan, "Saya cukup tua untuk mengingat saat dimana Presiden GOP menilai bahwa Uni Soviet benar melakukan penyerangan terhadap Afghanistan,".

Sedangkan pengamat serta pakar politik lainnya menilai Trump memiliki pemahaman yang salah tentang sejarah. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas