Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi X DPR RI: Mengelola PSSI Tak Bisa Dilakukan dengan Kerja Sambilan

Menurutnya, diperlukan fokus untuk mengurus PSSI dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang rangkap jabatan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Komisi X DPR RI: Mengelola PSSI Tak Bisa Dilakukan dengan Kerja Sambilan
TRIBUN BALI/Zaenal Nul Arifin
Suasana Kongres PSSI 2019 Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menyerahkan organisasi sepak bola Indonesia kepada Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono setelah menyatakan pengunduran diri dalam pembukaan Kongres di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Djoko Driyono resmi menjabat Ketua Umum PSSI. (TRIBUN BALI/Zaenal Nul Arifin) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mengapresiasi langkah mundurnya Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI dalam Kongres di Bali akhir pekan kemarin.

Menurutnya, diperlukan fokus untuk mengurus PSSI dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang rangkap jabatan.

Baca: Persiapan Timnas Indonesia U-22 Tak Terganggu Dengan Mundurnya Edy Rahmayadi

Untuk diketahui selama ini selain menjadi Ketum PSSI, Edy Rahmayadi juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.

"Saya apresiasi keputusan Pak Edy Rahmayadi mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Mengelola PSSI tidak bisa dilakukan dengan sambilan," kata Reni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Reni berharap dengan adanya pergantian Ketum PSSI yang kini dijabat Djoko Driyno, badan sepakbola Indnesia itu bisa segera berbenah. Terutama dalam masalah pembinaan.

"Wakil Ketua Umum PSSI yang menjadi penganti Edy Rahmayadi hingga masa jabatan selesai pada tahun 2020 diharapkan mampu memimpin organisasi dengan baik," tuturnya.

Baca: Cerita Soal Wanita Misterius yang Pernah Diperkosa Lalu Dibunuh, Sule: Saya Kangen Ingin Lihat

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Reni berharap Ketua PSSI yang baru dapat bekerja sama dengan kepolisian untuk membongkar adanya praktik mafia pertandingan yang terjadi selama ini.

Sehingga publik menjadi percaya bahwa sepakbola Indonesia merupakan pertandingan yang fairplay dan sportif.

"Pimpinan PSSI yang baru diharapkan bersama-sama aparat kepolisian melakukan bersih-bersih di internal PSSI. Saatnya PSSI lebih baik dan sepakbola Indonesia berprestasi," katanya.

Baca: Mundur Jadi Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi Serahkan Tongkat Estafet ke Joko Driyono

Menurutnya, bila sepakbila dikelola dengan baik maka akan menghasilkan nilai positif lainnya. Salah satunya yakni pada aspek ekonomi. Seperti di negara lain yang sudah menjadi industri.

"Ada aspek ekonomi yang besar dari sepakbola. Oleh karenanya, PSSI harus bersih dan bekerja secara profesional. Saya meyakini, jika bersih dan profesional sepakbola Indonesia akan memberi dampak ekonomi yang tidak kecil," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas