Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dosen UI Sebut Produsen Paling Berdosa terkait Penyebaran Hoaks

Ia menilai masyarakat biasa terutama yang turut menyebar hoaks karena minimnya pengetahuan, hanyalah korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dosen UI Sebut Produsen Paling Berdosa terkait Penyebaran Hoaks
Vincentius Jyestha
Dosen Universitas Indonesia Mulawarman Hannase 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dosen Universitas Indonesia Mulawarman Hannase, mengatakan produsen hoaks merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas tersebarnya informasi bohong alias hoaks.

Ia menilai masyarakat biasa terutama yang turut menyebar hoaks karena minimnya pengetahuan, hanyalah korban.

"Yang paling berdosa itu orang yang ada di balik suatu hoaks. Produsen (pembuat) hoaks itu yang paling berdosa," ujar Mulawarman, dalam diskusi 'Menjaga Demokrasi dari Bahaya Hoaks untuk Pemilu yang Jujur dan Berintegritas' yang digelar Indonesian Democracy Network (IDN), di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).

Mulawarman menjelaskan produsen dalam hal ini adalah para politisi yang terlibat dan memiliki kepentingan dalam pembuatan serta penyebaran hoaks, tak terkecuali tokoh agama.

Baca: Tren Menu Makanan Sehat di 2019, Salad dan Jus Detoks

"Masyarakat (yang ikut menyebarkan hoaks) tidak sepenuhnya salah, karena mereka konsumen. Yang paling berdosa ialah mereka para politisi, agamawan yang selalu memproduksi hoaks, informasi tidak benar," kata dia.

Untuk menghindari menjadi korban hoaks, ia mengajak agar masyarakat khususnya umat beragama untuk mengamalkan perintah agama yang tetap mengedepankan nalar atau akal sehat.

Menurutnya, upaya ini penting, mengingat masifnya penyebaran hoaks di masa pemilu dan pesta demokrasi di tahun 2019 ini.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jangan beragama secara doktriner, beragama tapi tidak menggunakan akal sehat atau rasio. Atau dalam Islam disebut tekstual. Jadi korban hoaks ini bukan karena tingkat beragama kita, tapi cara beragama yang menentukan," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas