Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Indonesia-India Higher Education Forum 2019, Pererat Kerjasama Pendidikan Tinggi

Hubungan historical antara Indonesia dan India dalam bidang pendidikan sudah berlangsung dimulai dari zaman kerajaan Sriwijaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Indonesia-India Higher Education Forum 2019, Pererat Kerjasama Pendidikan Tinggi
Ist/Tribunnews.com
Seminar internasional "Indonesia India Higher Education Forum 2019 (IIHE Forum 2019)" pada Kamis (24/1/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan historical antara Indonesia dan India dalam bidang pendidikan sudah berlangsung dimulai dari zaman kerajaan Sriwijaya.

Kerjasama yang sangat erat itu, terutama dalam bidang pendidikan tinggi.

Namun dalam perjalanannya, hubungan kedua negara sahabat yang dimulai sejak Presiden RI Soekarno dengan PM India Jawaharlal Nehu tak lepas dari pasang surut.

Dalam beberapa dekade terakhir, kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki perspektif yang kurang positif mengenai India begitupun sebaliknya.

Hal ini menjadi suatu hal yang sangat disayangkan jika tidak segera dicarikan solusi jalan terbaik karena masing-masing negara memiliki kelebihan, yang jika disinergikan dalam bentuk kerjasama, terutama dalam hal pendidikan bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi kemajuan kedua negara Asia ini.

Baca: Jelang Pernikahan Ahok-Puput, Nathania Purnama Singgung Eksploitasi Keluarga

Demikian pendapat Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) wilayah III, Dr. Illah Sailah kepada pers di sela-sela seminar internasional: Indonesia India Higher Education Forum 2019 (IIHE Forum 2019), Kamis (24/1/2019).

Baca: Berdonasi Untuk Memajukan Pendidikan Indonesia

Illah Sailah mengatakan Konsorsium Perguruan Tinggi Swasta, yang beranggotakan PT di Jakarta yang termasuk dalam jaringan kerja sama Indonesia-India dibawah koordinasi LL DIKTI wilayah III, dibentuk dengan tujuan membangun kerjasama yang optimal antara Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia dengan Perguruan Tinggi di India.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kerjasama yang dihasilkan, kita harapkan bisa membawa kemajuan yang maksimal bagi pendidikan Tinggi Indonesia dan India, baik dalam hal pendidikan, penelitian, studi banding dan pertukaran pengetahuan mahasiswa serta pengabdian masyarakat,"ujar Ilah.

Baca: Menkeu Disebut Prabowo Menteri Pencetak Uang, Ruhut Sitompul Singgung Nama Bob Hasan Hingga Utang

Kenapa harus India. Dijelaskan Illah, populasi negara India dengan jumlah penduduk 660 juta dan warga negara India ada di sejumlah negara-negara di dunia menjadi potensi dan peluang yang sama dengan Indonesia untuk saling menjalin sinergitas dan harmoni dalam kebaikan bersama.

"Di India ada sistem pendidikan tinggi yang patut dicontoh, dan di India telah well-manage literasi ilmiah dengan cost murah, dan jurnalnya sangat produktif. Dan juga ada program yang diperlukan untuk koordinasi antarkampus,"ungkap Illah.

Konsorsium ini terdiri dari Universitas YARSI, Universitas Budi Luhur, Universitas Borobudur, Universitas Mercu Buana, Universitas Darma Persada, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, STIE Pariwisata Internasional, STIE Indonesia, STIE Kusuma Negara, dan Institut Sains dan Teknologi Pradita serta Unsurya.

Dalam implementasi kerjasama yang merupakan bagian dari kerjasama Indonesia-India dalam bidang pendidikan, Konsorsium PTS Jakarta mengadakan seminar Indonesia IIHE Forum 2019 yang dihelat di Universitas YARSI tersebut.

Prof Dr. Didik Sulistyanto yang merupakan Koordinator Konsorsium PTS Jakarta Indonesia-India dan Vishesh Chandrashekar dari Acharya Institutes menjadi narasumber dalam acara ini, yang juga dihadiri Dr. Illah Sailah Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof T Basarudin dari BAN PT, Prof Jurnalis Uddin, Ketua Yayasan Universitas YARSI, Prof Susi Endrini, Rektor Universitas YARSI, serta perwakilan seluruh anggota konsorsium dan delegasi kampus-kampus terbaik di India yang berkunjung ke Indonesia. Diantaranya Ketua STIENI Dr Hotma Napitupulu, Ketua Yayasan Universitas Borobudur, H Bambang Bernanthos, Warek Unsurya, Ir Bambang B Sulistiyono, Ketua LPPM STEIN.

Seminar tersebut merupakan bagian dari kerjasama Indonesia-India dalam bidang pendidikan, penelitian, studi banding dan pertukaran pengetahuan mahasiswa.

Rektor Universitas YARSI, Prof.Susi Endrini Ph.D sebagai host dalam seminar ini mengatakan untuk Kampus YARSI telah dilaksanakan program unggulan yang bisa dikelola dan dilakukan penelitian bersama antara Indonesia dan India.

"Keunggulan Universitas YARSI yang telah menggelar konfrensi internasional tentang tumbuhan obat herbal beberapa waktu lalu bisa menjadi best practise konsorsium mengimplementasikan kerjasama ini antara Indonesia dan India," jelas Susi.

Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Didik Sulistyanto, yang juga sebagai Koordinator Konsorsium perguruan tinggi swasta (PTS) Jakarta Indonesia-India mengatakan setiap kampus mempunyai keunggulan-keunggulan dalam bidang akademik dan juga keahlian.

"Misalnya saja, Budi Luhur dikenal sebagai kampus yang mampu membuat mobil listrik. Untuk itu kita serahkan keunggulan masing-masing perguruan tinggi dan sinergikan antarkampus dalam kerja sama internasional dengan PT di India dan negara-negara lainnya. Sudah ada kekuatan dan keunggulan di bidang pariwisata, IT dan kesehatan dan kita bisa kolaborasikan bersama,"ujar Didik Sulistyanto.

Bahkan tidak hanya ke India, kerja sama konsorsium ini juga memfasilitasi kunjungan mahasiswa, misalnya dalam waktu dekat, kata Ketua Yayasan Universitas Borobudur, Bambang Bernanthos, pihaknya akan memberangkatkan 23 orang delegasi mahasiswa dan doktor dari Universitas Borobodur untuk studi banding.

Ravi Makhija sebagai konsultan dari TIE-UPS International yang menjadi penghubung kerja sama studi Indonesia-India mengatakan kerjasama ini orientasinya ke depan dalam pengembangan keilmuan. Apalagi, jelasnya, antara Indonesia dan India mempunyai sejarah dalam kerjasama yang cukup panjang sejak kerajaan Hindu dan masa revolusi kemerdekaan kedua negara.

"Kalau kita melihat dari 20 tahun lalu, India tidak melihat India, namun Malaysia. Indonesia juga tidak melihat India, akan tetapi melihat United Kingdom dan Eropa. Untuk itu paradigma kedua negara khususnya kerja sama Pendidikan Tinggi telah berubah harus lebih progresif," ungkap Ravi.

Sejumlah negara yang tergabung dalam konsorsium perguruan tinggi di India yang menjadi menbers diantaranya adalah Sharda University, Delhy Technological University, Acharya Institutes, dan Vellore Institute of Technology. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas