Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendagri Minta Satpol PP Jaga Netralitas Saat Pemilu 2019

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Satpol PP menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Mendagri Minta Satpol PP Jaga Netralitas Saat Pemilu 2019
TRIBUN/DANY PERMANA
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berbincang dengan awak redaksi Tribunnews.com di Kantor Redaksi Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Rabu (30/1/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Satpol PP menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Hal itu disampaikannya dalam Rakornas Satpol PP dan Satlinmas menghadapi Pemilu 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (30/1/2019).

Ia mengimbau Satpol PP untuk tidak ikut mengkampanyekan atau mendukung salah satu calon presiden, calon anggota DPR RI, DPRD atau DPD RI.

Baca: Seorang Pengasuh di Depok Tega Bunuh Bayinya yang Terus Menangis karena Demam

“Satpol PP bertugas menegakkan peraturan dalam hal penyelenggaraan pemerintahan di daerah, mari bangun pendidikan politik dengan menjalankan tugas untuk mengamankan Pemilu di wilayah masing-masing tapi tetap menjaga netralitas,” ujarnya.

Pria kelahiran Semarang itu mengatakan peran Satpol PP dalam mengamankan Pemilu 2019 akan signifikan karena ancama terhadap penyelenggaraan Pemilu juga akan mengancam ketertiban umum serta masyarakat.

Baca: Ahok Akan Menikah, Fifi Lety Tak Beri Restu hingga Seorang Pengusaha Tulis Surat Terbuka

“Yang harus diwaspadai adalah keamanan, netalitas ASN (aparatur sipil negara), intimidasi, isu SARA, dan politik uang,” tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Karena itu kami harap Satpol PP bisa mendeteksi potensi itu sejak dini, dan juga menghindari racun demokrasi yakni politik uang, ujaran kebencian, fitnah berita bohong, dan politisasi SARA,” ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas