Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Buni Yani Tempati Blok Mapeling di Lapas Gunung Sindur

Pemindahan Buni Yani ke lapas berstatus high maximum security itu pun dibenarkan oleh Kepala Lapas Gunung Sindur Sopiana

Buni Yani Tempati Blok Mapeling di Lapas Gunung Sindur
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Terpidana kasus UU ITE Buni Yani berbincang bersama jamaah usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Barkah, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). Menurut rencana Kejaksaan Negeri Depok akan melakukan eksekusi hukuman terhadap terpidana Buni Yani yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara terkait kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada Jumat (1/2). WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Terpidana kasus pelanggaran Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani telah dieksekusi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok menuju Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/2/2019) malam.

Pemindahan Buni Yani ke lapas berstatus high maximum security itu pun dibenarkan oleh Kepala Lapas Gunung Sindur Sopiana. "Iya betul," kata Sopiana, saat dikonfirmasi.

Sopiana mengatakan, untuk sementara Buni Yani ditempatkan di blok Mapeling sebelum dipindahkan ke blok tahanan lain.

Sopiana menyebut, blok Mapeling merupakan blok khusus untuk tahanan yang baru pertama kali ke Lapas Gunung Sindur.

"Jadi, istilahnya blok untuk masa pengenalan lingkungan," sebutnya.

Baca: BREAKING NEWS! Gempa 5,3 SR Guncang Minahasa Tenggara Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Sambung Sopiana, dirinya belum dapat memastikan berapa lama Buni Yani akan mendekam di blok tersebut.

"Maksimal satu bulan. Tapi kalau yang bersangkutan bisa beradaptasi dengan baik, bisa lebih cepat dipindahkan ke sel lain. Kita tinjau dulu," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dibawa ke Lapas Gunung Sindur, Buni Yani Tempati Blok Mapeling"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas