Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Melihat Kisah Lain Dari Amir Hamzah Lewat Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Revolusi

Bekerja sama dengan Bakyi Budaya Djarum Foundation pementasan ini mengangkat kisah lain dari penyair besar Indonesia, Amir Hamzah.

Melihat Kisah Lain Dari Amir Hamzah Lewat Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Revolusi
Wahyu Firmansyah/Tribunnews.com
Pertunjukan teater Nyanyi Sunyi Revolusi di Gedung Kesenian Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kisah Tengkoe Amir Hamzah atau Amir Hamzah menarik Titimangsa Foundation untuk menyajikan pertunjukan teater Nyanyi Sunyi Revolusi.

Bekerja sama dengan Bakyi Budaya Djarum Foundation pementasan ini mengangkat kisah lain dari penyair besar Indonesia, Amir Hamzah.

Produser Titimangsa Foundation, Happy Salma salah satu alasan mengangkat kisah Amir Hamzah adalah jasanya yang berarti untuk Indonesia.

"Kenapa tidak Amir Hamzah. Karena tanpa dia kita ga bisa memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kita. Salah satunya itu," ujar Happy Salma usai pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (1/9/2019).

Selain itu, generasi saat ini juga banyak yang tidak mengetahui kisah-kisah lain dari Amir Hamzah.

Nyanyi Sunyi Revolusi mengisahkan Amir Hamzah dalam hubungan percintaan antara dirinya dengan manusia dan negara.

"Kisah cintanya, bagaimana kemelut revolusi sosial di jamannya, menurut saya itu menarik untuk diangkat dalam pertunjukan," katanya.

Kisah saat Amir Hamzah (Lukman Sardi) menempuh pendidikannya di Solo, ia pun menjalin kisah kasih dengan seorang putri Jawa, Lilik Sundari (Sri Qadariatin).

Namun, ditengah-tengah kisah cinta keduanya, Amir Hamzah harus merasakan kesedihan yang mendalam sebab ibunya dan ayahnya meninggal dunia.

Biaya kulianyapun harus ditanggung oleh Sulthan Mahmud, Sulthan Langkat, yang merupakan paman dari Amir sekaligus raja kesultanan Langkat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: wahyu firmansyah
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas