Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Umum PSI: Kaum Intoleran Juga Ancam Yogya

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkhawatirkan munculnya kelompok intoleran yang mencoba merusak ketenangan kota Yogyakar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ketua Umum PSI: Kaum Intoleran Juga Ancam Yogya
ISTIMEWA
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkhawatirkan munculnya kelompok intoleran yang mencoba merusak ketenangan kota Yogyakarta.

Grace menjelaskan bahwa Yogyakarta, kota yang digambarkan sebagai kota yang menyimpan identitas Indonesia dalam bentuk kesenian, tradisi dan kuliner Nusantara, kini sudah mulai terancam oleh kaum intoleran.

Hal ini disampaikan Grace dalam pidato politik berjudul 'Musuh Utama Persatuan Indonesia' di Festival 11 Yogyakarta yang bertempat di Grha Pradipta Jogja Expo Center, Senin (11/2/2019).

Baca: 9 Tahun Nantikan Momongan, Malvino Fajaro dan Inne Azri Unggah Foto Bersama Bayi Cantik

Acara dihadiri oleh sekitar 2.000 hadiri yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI ini, Grace memaparkan beberapa kejadian intoleransi yang belakangan ini terjadi di Yogyakarta.

“Pertengahan Desember lalu, sebuah nisan kayu salib dipotong di Kotagede, Yogyakarta, dan prosesi doa kematian gagal dilakukan karena mendapat penolakan massa,” kata Grace Natalie.

Mantan presenter TV berita tersebut menyoroti kejadian itu telah menandakan bahwa intoleransi tidak hanya mengancam kita yang masih hidup, bahkan yang sudah matipun juga menjadi sasaran.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kelompok Intoleran juga menyasar upacara adat. Oktober tahun lalu, upacara 'Sedekah Laut' sebagai ekspresi rasa syukur -- yang dilaksanakan nelayan Pantai Baron dan Kukup di Tanjungsari, Gunungkidul, diserang dan diteror sekelompok orang yang menganggap upacara adat itu sesat,” tambah Grace.

Kejadian itu telah mencerminkan bahwa kelompok adat juga kini telah menjadi sasaran kebencian sampai mereka dituduh sesat, persekusi dan mengalami diksriminasi sosial.

Kejadian intoleran lain adalah teror yang terjadi di Gereja Santo Lidwina Bedog di Sleman. Ditemukan seorang pemuda dengan samurai yang menghancurkan isi Gereja, melukai pastor dan jemaat yang sedang khusyuk beribadah.

Grace menyampaikan kejadian-kejadian itulah yang sedang mencerminkan persoalan besar Indonesia.

PSI sesuai dengan perjuangan pokoknya yaitu melawan intoleransi akan memprioritaskan masalah ini.

"PSI akan menjadi sayap politik kaum Nasionalis, kaum Moderat, yang ingin mengembalikan toleransi di negeri ini," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas