Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

41 Tahun Masjid Istiqlal, PDIP Bangga Indonesia Punya Masjid Istiqlal Lambang Toleransi Bangsa

PDI Perjuangan menyampaikan rasa bangganya Indonesia memiliki Masjid terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ketiga di dunia.

41 Tahun Masjid Istiqlal, PDIP Bangga Indonesia Punya Masjid Istiqlal Lambang Toleransi Bangsa
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO - RODERICK ADRIAN MOZES
Lanskap Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, dan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memperingati 41 tahun berdirinya Masjid Istiqlal, PDI Perjuangan menyampaikan rasa bangganya Indonesia memiliki Masjid terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ketiga di dunia.

Masjid Istiqlal, oleh Bung Karno sengaja dibangun di atas Taman Wilhelmina. Maka nama "istiqlal" memiliki arti yakni merdeka.

"Inilah sikap patriotik yang melambangkan bagaimana masjid terbesar hadir sebagai simbol kemenangan atas penjajahan dan kolonialisme. Posisinya yang berdampingan dengan Gereja Katedral adalah lambang dari toleransi," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan, Jumat (22/2/2019).

Masjid yang dicanangkan tahun 1964 dan diselesaikan tahun 1978 itu, diarsiteki oleh Frederich Silaban.

Sementara, dalam dialognya dengan Bung Karno dan para ulama saat itu ketika mendesain masjid tersebut, Silaban mampu menjabarkan seluruh pemikiran, harapan, dan suasana kebatinan para ulama, yang mendambakan hadirnya Masjid terbesar tersebut sebagai bagian dari pembumian Pancasila

Hasto menegaskan bahwa ketika membangun Masjid Istiqlal; membangun Stadion Olahraga Gelora Bung Karno dalam semangat gerakan The New Emerging Forces; dan jalan-jalan Sudirman, Thamrin, Semanggi, dan Monumen Nasional, saat itu banyak kritik yang diberikan kepada Bung Karno.

Namun, sekarang diakui bahwa apa yang dibangun Bung Karno tersebut visioner dan kini menjadi kebanggaan Indonesia.

"Pengalaman Bung Karno tersebut juga dialami oleh Pak Jokowi. Program infrastruktur dikritik oleh Kubu Prabowo-Sandi. Kritikan paslon 02 itu identik dengan kritik yang diberikan ke Bung Karno saat itu. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa dalam hal visi, Pak Jokowi-KH Maruf Amin jauh lebih visioner dibandingkan Pak Prabowo-Sandi," terang Hasto.

Sudah sepatutnya, kata Hasro, Indonesia bangga memiliki Masjid Istiqlal.

"Kita gelorakan kehidupan beragama yang mencerahkan, penuh akhlak mulia dan berkehidupan yang aman, damai dan rukun," ujar Hasto.

Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas