Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Sandiaga Uno Minta Kaji Ulang Gagasan Mengkaryakan Tentara Sebagai Guru di Daerah 3T

Sandiaga mengatakan ide tersebut perlu dikaji ulang, karena berkaitan langsung dengan fungsi dan peran TNI sebagai alat pertahanan negara.

Sandiaga Uno Minta Kaji Ulang Gagasan Mengkaryakan Tentara Sebagai Guru di Daerah 3T
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Calon Wakil Presiden usai menghadiri acara deklarasi yang dilakukan Aliansi Pencerah Indonesia (API) di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Pemerintah memanfaatkan personil Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sebagai tenaga guru di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T) seperti ide yang dilontarkan pejabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), memunculkan beragam tanggapan.

Satu diantaranya dari Cawapres #02 Sandiaga Uno.

Ditemui di sela agenda deklarasi dukungan Aliansi Pencerah Indonesia (API) terhadap dirinya dan Capres Prabowo Subianto, Sandiaga mengatakan ide tersebut perlu dikaji ulang, karena berkaitan langsung dengan fungsi dan peran TNI sebagai alat pertahanan negara.

"Untuk di perbatasan? Tentunya harus perlu kaji lagi karena TNI itu ada fungsinya," ujar Sandiaga Uno di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019).

Kendati menilai keputusan tersebut harus dikaji ulang, namun ia merasa tidak ada masalah jika kerja sama dilakukan dalam bentuk pelatihan ketahanan terhadap para siswa.

Baca: Fahri Hamzah Bicara Kriteria Paslon dan Caleg yang Akan Didukung GARBI

Termasuk diantaranya terkait pelatihan 'bela negara'. "Kalau dalam kerja sama sudah sering dilakukan untuk pelatihan-pelatihan daripada ketahanan siswa itu sudah, bela negara juga sudah ada, kalau itu sih tidak jadi masalah," jelas Sandiaga.

Lebih lanjut politisi Gerindra itu kemudian menyebutkan isu terkait wacana pengembalian posisi Angkatan bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di tengah masyarakat.

Mengacu pada wacana tersebut, ia menekankan bahwa hal itu memunculkan pro dan kontra di kalangan publik karena bisa mengembalikan dwifungsi ABRI yang sempat diberlakukan pada zaman Orde Baru (orba).

"Tapi menurut saya, kemarin sempat diributkan itu bagaimana TNI kembali lagi pada posisi-posisi sipil, itu yang banyak ditentang oleh masyarakat karena itu kembali ke dwifungsi ABRI," kata Sandiaga.

Perlu diketahui, sebelumnya Kemendikbud telah menggandeng TNI AD untuk memperoleh tenaga tambahan yang difungsikan sebagai guru di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T).

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas