Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fakta Baru Dibalik Pertemuan James Riyadi, Billy Sindoro, Bartholomeus Toto dengan Bupati Bekasi

Pada persidangan itu, jaksa KPK memutarkan rekaman percakapan antara Bartholomeus Toto dengan anak buahnya, Edi Dwi Soesianto.

Fakta Baru Dibalik Pertemuan James Riyadi, Billy Sindoro, Bartholomeus Toto dengan Bupati Bekasi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin menyimak keterangan yang disampaikan para saksi dalam sidang lanjutan perkara suap perizinan proyek Meikarta, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (13/3/2019). Sidang kali ini menghadirkan sembilan orang saksi, empat saksi diantaranya eks ajudan bupati EY Taufik, eks Presdir PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto, dan dua anak buahna, Edi Dwi Soesianto dan Satriyadi. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG-Eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto terungkap yang meminta pertemuan bosnya, James Riyadi dengan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Itu terungkap di persidangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (13/3/2019), dengan terdakwa penerima suap.

Yakni Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Jamaludin, Sahat Banjarnahor, Neneng Rahmi Nurlaili ‎dan Dewi Tisnawati.

Pada persidangan itu, jaksa KPK memutarkan rekaman percakapan antara Bartholomeus Toto dengan anak buahnya, Edi Dwi Soesianto.

Toto: Bisa ngomong sebentar?
Edi Soes: Ya bisa
Toto:n Pak James sama Pak Billy Sindoro mau ketemu ibu (bupati). Kalau nggak besok, Senin. Jadi mau ngomong bertiga. Bagus nggak? Bagus kan?
Toto: Jadi mau ketemu, Pak James. Bagus kan mau ketemu, jadi bagus supaya urusan kita beres. Ya kalau besok bisanya sore, kalau nggak berkenan ya Senin
Toto: Tapi ngomongnya hati-hati ya, ya

Edi Dwi Soesianto membenarkan itu suaranya yang sedang berkomunikasi dengan Bartholomeus Toto.
Percakapan telpon itu terjadi pada 6 Januari 2018, setelah penyerahan uang Rp 10,5 M ke Neneng terkait IPPT.

Baca: Kumpulkan Influencer Di Surabaya Dan Tuban, Relawan Proksi Fokus Wujudkan Kedaulatan Digital

‎"Percakapan itu terkait urusan Meikarta yang banyak belum selesa. Saya diminta pak Toto untuk mengatur pertemuan dengan ibu bupati," ujar Edi Dwi Soesianto.

Edi menerangkan soal permintaan Toto terkait pertemuan dengan bupati harus hati-hati dalam berkomunikasi.

"Pertemuan itu supaya jangan banyak yang tahu dan ngomongnya hati-hati," kata Edi Soes. Hanya saja, ia tidak menjelaskan lagi apa maksud dari omonganya harus hati-hati itu.

‎‎Toto membenarkan itu suaranya saat berkomunikasi dengan Edi Soes. Menurutnya, pertemuan dengan Neneng karena bupati Bekasi itu baru saja melahirkan.

Baca: Facebook dan Instagram Sempat Alami Gangguan, Pihaknya Sebut Bukan karena Serangan Siber

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas