Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hakim Diminta Berani Bebaskan Lucas

Hakim harus berani menegakkan keadilan yang sesuai dengan fakta persidangan. Jangan mau tersandera oleh kepentingan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Hakim Diminta Berani Bebaskan Lucas
Ist for ribunnews.com
Lucas saat menjalani persidangan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hakim harus berani menegakkan keadilan yang sesuai dengan fakta persidangan. Jangan mau tersandera oleh kepentingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Mantan hakim Pengadilan Negeri Jakarta (PN) Jakarta Pusat, Syarifuddin Umar, menegaskan hal tersebut.

Menurut dia, hakim harus punya keberanian untuk membebaskan terdakwa Lucas.

"Setidak-tidaknya melepaskan Lucas atau setidak tidaknya menyatakan penuntutan tidak dapat diterima," ujar Syarifuddin kepada wartawan, Selasa, 19 Maret. 

Kata Syarifuddin, dirinya turut memberi perhatian terhadap persoalan yang dialami Lucas. Dia mengungkapkan, selama proses persidangan dakwaan terhadap Lucas memang sudah amburadul.

"Saya katakan demikian karena dia (jaksa KPK) katakan dalam dakwaan bahwa Lucas bersama-sama dengan Dina Soraya. Akan tetapi dalam dakwaan tidak dinyatakan Dina akan diajukan secara terpisah perkaranya. Dan juga tidak dinyatakan dalam dakwaannya, bahwa Dina Soraya itu dalam DPO," katanya. 

Baca: Lucas Bacakan Pledoi Jangan Kambing-Hitamkan Saya

Faktanya, Lucas sendiri duduk dalam kursi pesakitan. Syarifuddin pun heran ketika hakim dalam memeriksa perkara, keberatan para penasehat hukum Lucas ditolak karena alasannya sudah masuk materi pembuktian. 

"Jika memang sudah masuk dalam materi pembuktian, kenapa Dina Soraya tak dijadikan saksi pada kasus Eddy Sindoro. Padahal Dina juga diperiksa dalam berkas perkara Eddy Sindoro. Dalam BAP, Dina secara terang-terangan mengungkapkan bahwa pemilik akun Face Time Kaisar555176@gmail.com adalah milik Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie," terangnya. 

Makanya Jimmy dan Dinalah sesungguhnya yang menjadi aktor utama di balik kasus pelarian Eddy Sindoro ke luar negeri.

Akan tetapi, Syarifuddin tak habis pikir kenapa kedua orang itu tak pernah dijadikan tersangka. Akibatnya, proses sidang berjalan timpang dan terkesan amburadul. 

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas