Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rocky Gerung Nilai Wajar Masyarakat Berprasangka Kepada KPU

Akademisi Rocky Gerung menilai wajar masyarakat saat ini berprasangka buruk terhadap penyelenggara pemilu, khususnya kepada KPU.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Rocky Gerung Nilai Wajar Masyarakat Berprasangka Kepada KPU
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Rocky Gerung (tiga dari kanan) dalam diskusi bertajuk Menuju Pemilu Adil dan Berintegritas: Bongkar Carut Marut DPT!, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akademisi Rocky Gerung menilai wajar masyarakat saat ini berprasangka buruk terhadap penyelenggara pemilu, khususnya kepada KPU.

Ia mengatakan permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjadi satu di antara beberapa catatan kritis kepada KPU.

Hal ini yang kemudian menimbulkan adanya prasangka-prasangka kepada KPU.

Rocky Gerung menyebutnya sebagai perasaan prejudis kepada KPU.

Baca: Park Bom Ingin Tampil di Variety Show Usai Sukses dengan Single Perdananya Setelah Hiatus 8 Tahun

"Jadi kita berada di suasana prejudis, jadi kita berprasangka terhadap kinerja KPU. Apa itu prejudis, saya mau ulas peran KPU dan Bawaslu,” ucap Rocky Gerung dalam diskusi bertajuk 'Menuju Pemilu Adil dan Berintegritas: Bongkar Carut Marut DPT!', di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Menurutnya, hal itu menjadi sebuah tragedi saat ini mengingat Pemilu menjadi kegiatan penting dalam proses demokrasi di suatu negara.

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi, Indonesia kini sedang membangun tatanan demokrasi.

Baca: Cerita Ashanty Selama Liburan di Turki, Bahagia Rayakan Ultah Anang hingga Harus Lewati Cobaan

"Artinya saya membayangkan keburukan karena ada peristiwa past event, ada urutan peristiwa sebelumnya. Jadi saya menduga ada keburukan gitu. Itu namanya prejudis, lain dengan preliminary talk,” katanya.

Lebih lanjut, sesuai ciri khasnya, Rocky Gerung selalu menggunakan analogi-analogi ilmiah dan kutipan tokoh-tokoh dunia dalam paparannya.

Baca: Cara SBY Bebaskan Meutya Hafid yang Pernah Disandera di Irak Terbongkar, Bermula dari Info Dini Hari

Namun, pada intinya ia menegaskan saat ini sedang terjadi krisis kepercayaan kepada KPU.

"Kalau preliminary talk itu ada peristiwa, saya mengharapkan peristiwa itu berwujud keindahan di masa depan," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas