Tribun

Pilpres 2019

Maruf Amin Berencana Temui Sandiaga Uno

Maruf Amin mengatakan, rencana bertemu dengan Sandiaga dalam rangka rekonsiliasi setelah Pilpres 2019.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Maruf Amin Berencana Temui Sandiaga Uno
Dennis Destryawan
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menggelar konferensi pers di kediaman, Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berencana untuk menemui calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Maruf Amin mengatakan, rencana bertemu dengan Sandiaga dalam rangka rekonsiliasi setelah Pilpres 2019.

"Nanti, lagi diupayakan ya," ujar Maruf Amin di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senen, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Saat ditanyakan apakah bertemu dalam waktu dekat? Ma'ruf hanya menuturkan.

"Pasti-pasti. Pastilah pasti. Kita harus rekonsiliasi," tutur Maruf.

Baca: Sandiaga Uno: Perjuangan Belum Selesai, Kerja Belum Tuntas‎

Ma'ruf berujar, upaya rekonsiliasi harus terus dilakukan. Hal ini, sebagai bentuk upaya menjaga keutuhan bangsa. Sebab, ucap Ma'ruf, keutuhan bangsa harus diutamakan.

"Daripada kepentingan-kepentingan kelompok dan pihak-pihak tertentu. Karena negara bangsa ini harus kita nomor satukan, kita jaga keutuhannya," ucap Ma'ruf.

Baca: Dipanggil Wakil Presiden saat Sambangi Kantor PBNU, Maruf Amin: Jangan Dulu, Tahan Dulu

Ma'ruf mengingatkan, Pilpres bukan perang, tapi memilih pemimpin nasional yang terbaik. Masyarakat lah yang menentukan siapa pemimpin yang terbaik tersebut.

Karena itu, kata Ma'ruf, semua pihak harus menerima pilihan rakyat itu dan kepada lembaga yang diberikan mandat untuk mengumumkan hasil Pilpres.

Baca: Reaksi Anies Baswedan Saat Ditanya Kemungkinan Sandiaga Uno Jadi Wagub DKI Lagi

"Karena itu, masalah siapa yang menang, siapa yang kalah itu nanti KPU yang menentukan. Tapi yang penting kita semua siap menerima hasil itu, seperti janji waktu awal, bahwa kita siap untuk menerima apapun hasilnya. Maka untuk itu perlu ada kesadaran itu," imbuh Ma'ruf.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini, mengingatkan, rekonsiliasi harus segera dilakukan, seperti Pilpres yang sudah-sudah dijalankan.

"Seperti Pemilu, Pilpres yang lalu, setelah selesai itu kita tetap utuh kembali, menyatu kembali dan melakukan rekonsiliasi," katanya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas