Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BPN Bantah Kabar PAN Mintah Jatah Pimpinan DPR atau MPR

"Kalau informasi minta jatah setahu saya tidak begitu," katanya ditemui usai menghadiri sebuah diskusi di Hotel Sentral

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in BPN Bantah Kabar PAN Mintah Jatah Pimpinan DPR atau MPR
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria di Hotel Sentral, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, membantah rekan koalisinya, PAN meminta jatah pimpinan DPR atau MPR.

Hal itu menyusul terungkapnya isi pertemuan Ketum PAN, Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa hari lalu.

Baca: Diisukan Minta Jatah Pimpinan MPR, Gerindra Sebut PAN Masih Solid

Zulkifli Hasan disebut melobi Presiden Jokowi untuk mengamankan kursi pimpinan DPR atau MPR.

"Kalau informasi minta jatah setahu saya tidak begitu," katanya ditemui usai menghadiri sebuah diskusi di Hotel Sentral, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Menurut Riza, tak etis apabila saat ini membicarakan jatah dalam politik.

Mengingat kini proses rekapitulasi suara hasil pemilu sedang berlangsung.

"Saya tidak pernah mendengar pembicaraan terkait minta jatah, sekarang bukan saatnya minta jatah, kita tahu ini kan masih proses penghitungan suara," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Ahmad Riza Patria enggan menanggapi terlalu jauh terkait kabar tersebut.

Karena menurutnya, hal itu merupakan sikap dan keputusan dari internal partai masing-masing.

"Jadi saya rasa tidak ya tapi silakan dikonfirmasi dicek ulang tapi sejauh ya g saya ketahui tidak ada pembicaraan-pembicaraan seperti itu (minta jatah pimpinan DPR atau MPR)," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin menyebut Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan komunikasi ke Presiden Jokowi.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan tengah mencairkan komunikasi antara PAN dengan kubu Jokowi-Maruf.

Komunikasi juga demi menyelamatkan institusi PAN dalam konteks politik.

Komunikasi itu, dilakukan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada Jokowi.

Baca: Elite Golkar Sebut Ketum PAN Rasional Lihat Hasil Hitung Cepat Dan Data Real Count KPU

Menurut informasi yang diterima Karding, pada pertemuan itu, Zulkifli meminta kepada Jokowi agar PAN dapat mengisi posisi di pimpinan DPR atau MPR.

"PAN memang membuka komunikasi ke Pak Jokowi lewat Pak Zul dan yang saya tahu, dari informasi yang saya peroleh di Istana itu ada permintaan pada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Karding saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/4/2019).

TKN : Pintu Terbuka Lebar Jika PAN Ingin Gabung

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily sangat terbuka untuk dapat bekerja sama membangun bangsa ini.

Walaupun ketua DPP Partai Golkar ini yakin bahwa Partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan memenangkan mayoritas kursi di DPR RI.

Baca: Diisukan Minta Jatah Pimpinan MPR, Gerindra Sebut PAN Masih Solid

"Silaturahmi Pak Zulkifli Hasan dengan Pak Jokowi beberapa hari yang lalu setidaknya membuka komunikasi politik untuk menjajaki kemungkinan adanya kerjasama antara KIK dengan partai politik yang selama ini mendukung pasangan 02," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini kepada Tribunnews.com, Selasa (30/4/2019).

TKN yakin apa yang dilakukan Zulkifli Hasan ini bukan tanpa perhitungan, khususnya terkait perolehan suara dalam pilpres 2019.

Apalagi berdasarkan data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masuk lebih 50 persen menunjukkan kemenangan dua digit diperoleh Jokowi-Maruf Amin dari rivalnya Prabowo-Sandiaga.

"Beliau sangat rasional untuk menyikapi hasil perhitungan cepat dan data real count KPU yang hingga saat ini akan memenangkan kami," tegas Ace Hasan Syadzily.

Apakah koalisi 02 ini akan rapuh?

Menurut dia, hal lumrah jika partai politik melompat dari kapal koalisi yang akan kalah.

Baca: PAN Minta Kursi Pimpinan DPR-MPR? NasDem: Koalisi 02 Sudah Mulai Retak

"Saya menduga, pada akhirnya partai politik manapun tidak ingin berada pada kapal yang akan karam," ucapnya.

Untuk itu dia menegaskan, TKN ingin semua partai politik pendukung Jokowi-Maruf Amin, bersama-sama membangun bangsa ini dengan penuh saling percaya dan saling menghormati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas