Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Eggi Sudjana Ungkit Lengsernya Soeharto, TKN: Jadi Jokowi Disuruh Kasih Jabatannya ke Prabowo?

Eggi Sudjana meminta Jokowi tahu diri seperti presiden sebelumnya, yakni Soekarno yang menyerahkan jabatannya ke Soeharto, lalu Soeharto ke Habibie.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Eggi Sudjana Ungkit Lengsernya Soeharto, TKN: Jadi Jokowi Disuruh Kasih Jabatannya ke Prabowo?
Youtube/CNN Indonesia
Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Eggi Sudjana dan Wadir Hukum dan Advokasi Tim Kerja Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Hermawi Taslim saat dialog di CNN Indonesia dengan judul "Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Ini Tuduhan Serius Sanksinya Hukuman Mati", Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM -- Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Eggi Sudjana meminta capres nomor urut 01 Jokowi untuk tahu diri.

Hal itu ia sampaikan sambil mencontohkan beberapa kasus presiden-presiden sebelumnya, dari Soekarno hingga Gus Dur.

Menurutnya, beberapa kepala negara itu mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kepada presiden selanjutnya.

Hal itu dilakukan karena ada 'people power' yang dilakukan massa kepada para presiden tersebut.

Eggi Sudjana kemudian menyebut, hal itu juga seharusnya dilakukan oleh Jokowi saat ini.

"Nah, konsep tahu diri ini penting, kita harus belajar dari Soekarno," kata Eggi Sudjana dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube CNN Indonesia dengan judul Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Ini Tuduhan Serius Sanksinya Hukuman Mati, Jumat (10/5/2019).

Eggi Sudjana juga menjelaskan, dirinya memberikan saran karena merasa bersahabat dengan Jokowi saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi kalau mau aman, menurut saya gini, nih saya lebih mau nyarankan Pak Jokowi itu kalau umur di bawah saya ya, jadi bisa saya bilang ade saya juga, tapi saya bersahabat pernah ada program bersama," ujarnya mengawali narasi.

Kemudian, ia pun mencontohkan kasus Soekarno yang membuat perintah 11 Maret hingga kepemimpinannya digantikan oleh Soeharto, karena Soekarno tahu diri.

Halaman selanjutnya 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas