Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penolakan Prabowo Terkait Hasil Pemilu 2019 Bisa Cederai Proses Demokrasi di Indonesia

Tjahjo menegaskan jangan sampai ada yang lepas tangan dan mengaku tidak ikut campur dalam tahapan Pemilu karena kalah dalam hasil akhir Pemilu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Penolakan Prabowo Terkait Hasil Pemilu 2019 Bisa Cederai Proses Demokrasi di Indonesia
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyebut pernyataan capres Prabowo Subianto yang menolak hasil Pemilu 2019 bisa mencederai proses demokrasi di Indonesia.

Menurut Tjahjo bagaimana bisa satu pihak menolak hasil Pemilu sementara di awal semua pihak sudah menyepakati aturan main.

“Jangan mencederai demokrasi lah, pencoblosan yang sukses hingga menembus tingkat partisipasi mencapai 80 persen karena kesepakatan semua pihak termasuk tim sukses, partai politik yang bahas undang-undang di DPR hingga tahapan Pemilu yang disosialisasikan penyelenggara,” ungkap Tjahjo di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Ia kembali mengingatkan bahwa jika ditemukan indikasi kecurangan atau pelanggaran, negara sudah menyiapkan mekanisme hukum melalui Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi.

Baca: Dialog: Menjaga Kondusifitas Pascapemilu 2019 [2]

Tjahjo menegaskan jangan sampai ada yang lepas tangan dan mengaku tidak ikut campur dalam tahapan Pemilu karena kalah dalam hasil akhir Pemilu.

“Pemilu sukses dan aman karena keterlibatan semua pihak, jangan sampai ada yang bilang tidak ikut campur,” tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Hargailah KPU RI, Bawaslu, Polri, TNI, BIN, pers, dan partai politik yang sudah mensukseskan Pemilu, kalau ada ketidakpuasan sampaikan lewat mekanisme hukum yang ada,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas