Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

KPK: Banyak Aset Daerah Bermasalah di Sulawesi Selatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah aset bermasalah di Provinsi Sulawesi Selatan

KPK: Banyak Aset Daerah Bermasalah di Sulawesi Selatan
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah aset bermasalah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satunya terkait manajemen Barang Milik Daerah (BMD), yaitu berupa sejumlah aset daerah yang bermasalah dan aset daerah yang belum disertifikatkan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, melalui fungsi Koordinasi dan supervisi KPK mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera melakukan penertiban dalam pengelolaan aset daerah dan mengoptimalkan penerimaan daerah.

"Pemprov Sulsel direkomendasikan untuk melengkapi seluruh dokumen terkait dan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyelesaikan masalah aset tersebut," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Febri mengungkapkan, temuan KPK terkait sertifikat tanah yakni, hanya 42,4 persen yaitu sebanyak 335 bidang tanah yang telah disertifikatkan dari total 790 bidang tanah aset milik Pemprov Sulsel.

Selain itu, ada 41 aset Pemprov Sulsel lainnya yang bermasalah.

"Terhadap 41 aset yang bermasalah, tim KPK telah merekomendasikan dan melakukan sejumlah langkah penyelesaian yang ditindaklanjuti oleh Biro Aset Pemprov Sulsel. Yaitu membuat Surat Kuasa Khusus kepada Kejati Sulsel sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk melakukan pendampingan terhadap proses penanganan masalah hukum atas 24 aset bermasalah," kata Febri.

Hal tersebut, lanjut Febri, merupakan pelaksanaan Nota Kesepahaman antara Pemprov Sulsel dengan Kejati Sulsel tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Saat ini, satu aset bermasalah telah diselesaikan melalui proses pensertifikatan.

Sedangkan, atas 16 aset lainnya masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas