Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perairan Nusakambangan Diserbu Buaya, Nelayan Diimbau Tak Melaut Sendirian

Dalam sepekan terakhir, ada 10 kali laporan dari nelayan terkait penampakan buaya di perairan Nusakambangan.

Perairan Nusakambangan Diserbu Buaya, Nelayan Diimbau Tak Melaut Sendirian
KOMPAS.com/Dok. MMP Cilacap
Buaya muncul di perairan Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (12/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Nelayan kecil dengan perahu kurang dari 5 Gross Ton (GT) dan pencari kerang dinilai paling rawan menjadi korban serangan buaya muara (Crocodylus porosus) yang baru-baru ini terpantau berkeliaran di perairan Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang, Teluk Penyu, Tarmuji saat dihubungi, Jumat (24/5/2018).

Tarmuji mengungkapkan, dalam sepekan terakhir, pihaknya telah mendapat 10 kali laporan dari nelayan terkait perjumpaan dengan predator air tersebut.

Baca: Sosok Pengacara Prabowo-Sandi di Sengketa Pilpres 2019 Ini Pernah Menang Gugatan di MK

“Dari hasil laporan dan pantauan lapangan, buaya ini sering terlihat di titik antara Laguna Segara Anakan dan Bengawan Donan, di perairan antara Cilacap dan Nusakambangan,” katanya.

Tarmuji yang juga menjabat ketua Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) Cilacap telah berupaya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar pesisir.

Baca: Waspadai Risiko Penggunaan VPN di Ponsel Android Saat WhatsApp dan Facebook Dibatasi Aksesnya

Meski demikian, dia masih menaruh kekhawatiran kepada nelayan kecil dan pencari kerang.

“Khawatir sama pencari kerang dan nelayan (perahu kecil), soalnya mereka cari ikan di sekitar Segara Anakan dan tepi rawa-rawa, padahal di situ habitat yang disukai buaya,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Cilacap, Endi Suryo menuturkan, pihaknya telah melakukan pemantauan selama beberapa pekan terakhir.

Dia memperkirakan buaya muara yang terpantau di perairan Nusakambangan-Cilacap tersebut hanya berjumlah satu ekor. “Ukurannya sekitar dua meter, usianya sekitar 10 tahun,” katanya.

Menyusul kemunculan buaya di perairan Nusakambangan, Cilacap tersebut, Endi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Para nelayan diharapkan tidak melaut seorang diri.

“Nelayan diimbau untuk tidak melaut sendirian, dengan harapan jika terjadi perjumpaan bahkan konflik dengan buaya ini dapat saling melindungi,” imbau Endi.

Penulis : Kontributor Banyumas, M Iqbal Fahmi
Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul  Buaya Terlihat di Nusakambangan, Nelayan Diimbau Tak Melaut Sendirian

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas