Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Makar

Penyidik Periksa Putri Amien Rais, Hanum Rais

Argo mengungkapkan Hanum telah memenuhi panggilan penyidik. Dirinya saat ini sedang diperiksa.

Penyidik Periksa Putri Amien Rais, Hanum Rais
Instagram/hanumrais
Putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap putri Amien Rais, Hanum Rais, terkait kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Selain Hanum, hari ini penyidik juga memeriksa Pemimpin Pondok Pesantren Al-Hilal, Ansuf Idrus Sambo atau yang dikenal Ustad Sambo terkait kasus ini.

"(Penyidik periksa Hanum Rais) iya ada," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Senin (27/5/2019).

Argo mengungkapkan Hanum telah memenuhi panggilan penyidik. Dirinya saat ini sedang diperiksa.

"(Sudah datang) iya sudah," tutur Argo.

Hanum Rais dan sang ayah Amien Rais -
Hanum Rais dan sang ayah Amien Rais - (Kolase Twitter @hanumrais dan Kompas.com)

Seperti diketahui, Eggi telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan sejak Selasa (14/5/2019), selama 20 hari.

Baca: MK Persilakan Tim Hukum TKN Ajukan Permohonan Sebagai Pihak Terkait Sengketa Pilpres

Dugaan makar itu dilaporkan oleh relawan Jokowi-Ma'ruf Center bernama Suryanto dan politikus PDIP, Dewi Ambarwati Tanjung.

Kasus bermula ketika yang dipermasalahkan adalah pernyataan Eggi pada hari pencoblosan, 17 April 2019, di rumah Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan.

Eggi Sudjana saat keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (14/5/2019) malam.
Eggi Sudjana saat keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (14/5/2019) malam. (Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi)

Saat itu, dirinya menyerukan people power untuk merespons pemilu yang menurutnya penuh kecurangan dan manipulatif.

Kedua pelapor mengadukan Eggi dengan dalih telah berbuat makar, penghasutan dan menyebarkan ujaran kebencian. Eggi disangkakan Pasal 107 KUHP dan/atau 110 juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus Makar

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas