Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Harlah Bung Karno Ke-118, PDIP: Abadi dalam Cita-cita dan Gagasan Indonesia Raya

Hasto pun mengatakan, apa yang disampaikan Bung Karno bahwa membumikan Pancasila hanya bisa dilakukan melalui rasa cinta tanah air

Harlah Bung Karno Ke-118, PDIP: Abadi dalam Cita-cita dan Gagasan Indonesia Raya
Fransiskus Adhiyuda
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari ini 118 tahun lalu, tepatnya 6 Juni 1901, Bung Karno, Putra Sang Fajar lahir.

PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan ide, gagasan, cita-cita dan perjuangan Bung Karno dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Cita-cita Bung Karno selalu relevan, karena berangkat dari kesadaran yang paling dalam untuk menjadikan politik sebagai alat pembebas bagi umat manusia agar merdeka dari berbagai belenggu penjajahan.

"Dengan demikian intisari dari keseluruhan pemikiran Bung Karno adalah pada perjuangan kemanusiaan itu sendiri," kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto dalam keterangan tertulis, Kamis (6/6/2019).

Baca: Kemenhub Sebut Kapal yang Tenggelam di Perairan Banggai Pengangkut Semen

Baca: Sosok Adora, Wanita di Balik Lagu Hits BTS, Satu-satunya Produser Perempuan di Big Hit Entertainment

Baca: Denny Cagur Sungkeman kepada sang Ibu di Studio karena Tak Bisa Rayakan Idul Fitri di Rumah

Hasto menyebut, hal itulah yang membuat mengapa Bung Karno itu abadi dalam gagasan, cita-cita, dan jejak langkah penuh perjuangan bagi kemerdekaan Indonesia Raya.

Kesadarannya untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa, kata Hasto, pelopor guna memerjuangkan suatu tatanan dunia baru berdasarkan pada Pancasila dengan intisari nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah, dan keadilan sosial, disertai dengan upaya kongkret memelopori Konferensi Asia Afrika yang melahirkan Gerakan Non Blok.

"Hal itu menjadi bukti bagaimana gagasan Bung Karno tersebut diterima luas dan menginspirasi banyak bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk merdeka," tambah Hasto.

Maka Bung Karno menempatkan demokrasi politik yang menyatu dengan demokrasi ekonomi dan kebudayaan.

Hasto pun mengatakan, apa yang disampaikan Bung Karno bahwa membumikan Pancasila hanya bisa dilakukan melalui rasa cinta tanah air yang berkobar-kobar, dijalankan untuk mewujudkan Trisakti agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Trisakti terbukti menjadi credo dari begitu banyak keberhasilan bangsa-bangsa besar di dunia," jelas Hasto.

Untuk itu, Hasto mengatakan, Bung Karno dengan seluruh gagasan besar bagi cita-cita kemanusiaan seluruh warga bangsa, kini telah menjadi milik seluruh rakyat Indonesia, dan dunia. Kapitalisme terbukti menciptakan krisis. Belum selesai krisis yang satu, muncul krisis lainnya.

"Selamat HUT Bung Karno ke 118, Antitesa dari kapitalisme adalah sosialisme ala Indonesia, yakni Pancasila yang dibumikan dengan jalan Trisakti," tutup Hasto.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas