Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hadapi Kemarau, Kementan Genjot Pembangunan Irigasi Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot pembangunan irigasi pertanian untuk menghadapi musim kemarau. Selama tiga Tahun terakhir, Kementan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Hadapi Kemarau, Kementan Genjot Pembangunan Irigasi Pertanian
Kementan
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy 

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot pembangunan irigasi pertanian untuk menghadapi musim kemarau. Selama tiga Tahun terakhir, Kementan sudah membangun infrastruktur pendukung lebih dari 3 juta hektar (ha).

"Di antaranya normalisasi sungai dan bendungan, lalu pompanisasi, serta membangun embung untuk menampung air," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Rabu (12/6).

Selain program jangka panjang, Sarwo Edhy mengatakan, Kementan membuat program jangka pendek. Adapun program yang dimaksud di antaranya membuat sumur pantek, penyediaan benih unggul tahan kekeringan, pengaturan pola tanam, dan penyediaan asuransi usaha tani.

"Kami memprediksi Juli hingga September 2019 beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan," ujar Sarwo Edhy.

Agar program tersebut berjalan maksimal, ia mengimbau para pemimpin yang daerahnya memiliki potensi sumber air agar segera mengajukan kegiatan irigasi kepada Kementan.

"Bila lokasi sumber air cukup jauh dari lahan, bisa mengajukan kegiatan pipanisasi. Bahkan kalau perlu pompa air akan disiapkan," kata dia.

Sarwo Edhy menegaskan, pemerintah serius merealisasikan program tersebut mengingat faktor ketersediaan air irigasi merupakan kunci sukses pencapaian target produksi.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai informasi, Kementan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membangun infrastruktur pertanian. Pembangunan infrastruktur itu untuk menjamin ketersediaan air. 

"Langkah tersebut bertujuan untuk mewujudkan mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan pada 2045. Melalui langkah ini, kami optimistis mimpi tersebut bisa jadi kenyataan," tutup Sarwo Edhy. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas