Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Diduga Ini Pertimbangan Jokowi Jika Sodorkan Kursi Menteri ke Sandiaga Uno

Neta menyebut kalau calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bakal masuk ke dalam kabinet Jokowi berikutnya.

Diduga Ini Pertimbangan Jokowi Jika Sodorkan Kursi Menteri ke Sandiaga Uno
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Cawapres Sandiaga Uno usai menghadiri acara Hijrahfest di JCC Senayan, Jakarta, Minggu, (26/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane memiliki info akurat terkait figur yang bakal jadi menteri Presiden Joko 'Jokowi' Widodo di kabinet selanjutnya.

Kepada Tribunnews.com, Neta menyebut kalau calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bakal masuk ke dalam kabinet Jokowi berikutnya.

"Saya dapat info A1 soal itu (Sandiaga jadi menteri Jokowi)," kata Neta, Minggu (16/6/2019).

Kata Neta, proyeksi Sandiaga menjadi menteri di kabinet Jokowi merupakan bagian dari proses rekonsiliasi antara kubu 01 dan 02.

"Itu (Sandiaga jadi menteri Jokowi) bagian dari rekonsiliasi 01 dengan 02," katanya.

Baca: Soal Pembubaran Koalisi, Andre Rosiade Soroti Kursi Menteri di Reshuffle Kabinet

Menurut hemat Neta, rekonsiliasi perlu dilakukan. Katanya, politik itu tidak seperti matematika.

Dia mencontohkan Afrika Selatan ketika Nelson Mandela 36 tahun dipenjara rezim Apartheid, 25 tahun di antaranya di sel seluas 1x1 meter.

"Tapi ketika dia terpilih menjadi presiden dia mengatakan bahwa 'kita harus belajar untuk menghapus dendam masa lalu.' Sehingga dia bentuk proses rekonsiliasi dan hasilnya Afrika Selatan maju sekarang, bahkan jadi tuan rumah Piala Dunia, mata uangnya lebih tinggi dari rupiah," ujar Neta.

Berkaca dari itu, menurutnya, kenapa bangsa Indonesia tidak melakukan rekonsiliasi?

"Tidak perlu hanyut dalam dendam, karena dendam itu yang justru menghancurkan bangsa. Jadi rekonsiliasi ini merupakan solusi terbaik. Dan kita dapat informasi, hal itu sedang ditempuh oleh 01 dan 02. Kalau itu yang lebih baik untuk bangsa dan negara kenapa kita harus terlibat dendam, saling hukum menghukum?" tandas Neta.

Dia menambahkan, untuk Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang maju dan terciptanya tertib sosial, rekonsiliasi harus dilakukan.

"Selama ini, sejak Presiden Soeharto jatuh kita terjebak dalam dendam-dendam yang tidak berkesudahan dan membuat Indonesia semakin terpuruk," ceritanya

Neta mengatakan, IPW mendukung rekonsiliasi tersebut, serta mendukung Jokowi membentuk kabinet rekonsiliasi.

"Artinya semua komponen yang bisa membangun Indonesia ke depan, membawa Indonesia lebih baik, ya diakomodir saja," pungkasnya. 

Baca: Pengamat: Kenapa BW Tidak Tegas Memisahkan Posisi Lawyer Prabowo-Sandi dengan TGUPP di DKI?

Baca: Rumah Mewah Dodi Triono Korban Pembunuhan di Pulomas Akhirnya Terjual, Siapa Pembelinya?

Baca: Tim Hukum Prabowo-Sandi Kutip Artikel Profesor Asing di Sidang MK, Ini Kata Mahfud MD

Baca: Gaji Ke-13 Segera Cair dan Besaran Gaji PNS Golongan I, II, III & IV

Baca: Viral Video Mesum di Kelas ‘Jangan Nyalakan Blitz’, Keluarga Siswi Malu dan Pilih Mengungsi

 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas