Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

PB HMI Siap Mengawal Apapun Keputusan MK Terkait Pilpres 2019

Saddam menyampaikan bahwa setiap generasi bangsa harus sudahi politisasi demokrasi, politisasi gerakan, hingga politisasi keputusan konstitusional.

PB HMI Siap Mengawal Apapun Keputusan MK Terkait Pilpres 2019
Ist/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo menerima kader HMI di Istana Presiden Bogor, Jumat (5/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Respiratori Saddam Al jihad mengajak generasi milenial untuk konsisten pada rangkaian demokrasi sesuai koridor hukum untuk menatap kemajuan demokrasi dan mengokohkan kedaulatan rakyat.

Salah satu Kandidat Doktor Muda Ilmu Pemerintahan ini menegaskan bahwa segala pihak yang menolak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) berarti mereka sedang menjalankan demokrasi tanpa koridor hukum.

Dan hal itu sama dengan demokrasi kriminal, seperti yang disampaikan Prof Jeffrey Winter.

Saddam menyampaikan bahwa setiap generasi bangsa harus sudahi politisasi demokrasi, politisasi gerakan, hingga politisasi keputusan konstitusional.

"Hari ini yang dibutuhkan adalah mendukung keputusan konstitusional untuk menatap keteraturan demokrasi. Merawat kaderisasi kebangsaan dan menguatkan kepemimpinan kenegaraan untuk kekuatan bersama sebagai Indonesia," kata Saddam dalam keterangannya, Selasa (25/6/2019).

Baca: Kapolri Larang Aksi Unjuk Rasa di MK, Ini Langkah Antisipasi Pengamanan

Penulis buku Pancasila Ideologi Dunia ini mengatakan bahwa koridor demokrasi dan politik Indonesia harus dengan pedoman dan keputusan konstitusi.

Ditambah lagi dengan adanya semangat sila ketiga sebagai wujud persatuan Indonesia setelah “ramai-ramai politik” harus segera hadir.

"HMI sebagai generasi milenial siap untuk menjadi generasi pemersatu, bukan sebagai generasi provokatif," tegas Saddam.

Terakhir, Saddam yang berusia 28 tahun ini menyindir bahwa para politisi harus taat dengan hukum dan jangan melakukan dipolitisasi serta provokasi kepada masyarakat dan mahasiswa.

"Jangan melakukan seperti sistem “devide et empira” yang terus dilakukan demi kekuasaan. Itu seperti VOC dimasa penjajahan," imbuhnya.

Menurut Saddam, generasi milenial dan PB HMI siap menjadi generasi pemersatu bangsa. 

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas