Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rekomendasi KPU, Pemilu Tetap Serentak Tapi Dibagi Dua Jenis: Lokal dan Nasional

Secara garis besar, evaluasi Pemilu serentak 2019 akan dibagi dalam dua rekomendasi.

Rekomendasi KPU, Pemilu Tetap Serentak Tapi Dibagi Dua Jenis: Lokal dan Nasional
KOMPAS.com/Devina Halim
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan saat ditemui di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) bakal segera lakukan evaluasi penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengaku pihaknya akan meneruskan hasil evaluasi tersebut ke DPR dan pemerintah.

Secara garis besar, evaluasi Pemilu serentak 2019 akan dibagi dalam dua rekomendasi.

Rekomendasi itu ialah, Pemilu tetap digelar serentak namun terbagi dalam dua jenis, Pemilu lokal (daerah) dan nasional.

"Salah satu keserentakan yang akan kita rekomendasikan adalah Pemilu tetap serentak, tapi kita bagi dalam dua jenis besar, yaitu Pemilu lokal dan nasional," kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Katanya, hal yang dijadikan dasar rekomendasi adalah soal beban kerja petugas maupun pengawas Pemilu yang terlalu padat.

Baca: KontraS Pertanyakan Penangguhan Penahanan Terhadap Tersangka Makar

Mengingat banyak petugas Pemilu wafat maupun jatuh sakit saat pelaksanaan Pemilu serentak 2019 tahun ini.

"Salah satu penyebab banyaknya korban penyelenggara KPPS ataupun Panwaslu, kepolisian yang meninggal, itu antara lain disebabkan karena volume pekerjaan yang tak sebanding kemampuan manusiawi," kata dia.

Maka, upaya untuk mengurangi beban kerja mereka, KPU berpandangan diperlukan pemisahan dua pemilu yakni lokal dan nasional, tanpa mengesampingkan asas keserentakan.

"Kalau kemudian serentak dalam pengertian lokal dan nasional digabung, salah satu evaluasi kita adalah beban pekerjaan penyelenggara Pemilu terutama di KPPS, itu tak rasional antara kemampuan manusiawi dengan beban pekerjaan," pungkas Wahyu.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas