Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Amnesty Internasional Indonesia Akan Temui Kapolda Metro Jaya Bahas Korban Tewas Insiden 22 Mei

Amnesty Internasional Indonesia bakal bertemu Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, Selasa (9/7/2019) besok.

Amnesty Internasional Indonesia Akan Temui Kapolda Metro Jaya Bahas Korban Tewas Insiden 22 Mei
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amnesty Internasional Indonesia bakal bertemu Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, Selasa (9/7/2019) besok.

"Jadi besok kami juga akan menemui Kapolda, Pak Irjen Pol Gatot untuk membicarakan tindak lanjut dari pertemuan hari ini (pembahasan korban sipil tewas dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019)," ungkap Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman di Bareskrim Polri, Senin (8/7/2019).

Dalam pertemuan tersbut salah satu yang akan dibahas mengenai korban sipil dari kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu, yang berasal dari berbagai daerah.

Baca: 3 Jenis Makanan Berikut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Paru-paru, Waspadai Mulai Sekarang

Baca: Akui Kenal Fairuz A Rafiq, Nikita Mirzani Bilang Begini Soal Kasus Ikan Asin Galih Ginanjar

Baca: Soal Koalisi Gemuk, Politikus PDIP Kutip Pernyataan Jokowi Bangsa Tak Bisa Dibangun Satu Dua Orang

"Pertama, adalah kasus Farhan dan kedua itu saya lupa, itu juga dari pihak kepolisian akan dilanjutkan proses investigasi yang berikutnya, terhadap siapa yang melakukan penembakan terhadap 7 orang lainnya di luar dari Abdul Aziz dan Harun Al Rasyid, termasuk yang di Pontianak," katanya.

Sebelumnya, Amnesty Internasional Indonesia telah bertemu dengan petinggi Polri guna menindaklanjuti hasil investigasi soal kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 lalu.

"Dalam pertemuan hari ini kita ingin menanyakan lebih jauh tentang perkembangan dari hasil penyidikan kepolisian terkait dengan dugaan-dugaan kematian yang tidak sah terhadap sekitar 10 orang di Jakarta maupun yang di Pontianak dan juga berkaitan dengan kekerasan, penyiksaan dan juga perlakuan buruk lainnya yang dilakukan oleh anggota kepolisian di dalam peristiwa tersebut," ujar Direktur Ekaekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Baca: Kisah Cinta Pemuda Makassar dengan Gadis Jerman, Si Cantik Itu Pun Ganti Nama Menjadi NaIsya Hartz

Baca: Kisah Cinta Pemuda Makassar dengan Gadis Jerman, Si Cantik Itu Pun Ganti Nama Menjadi NaIsya Hartz

Meski pekan lalu kepolisian telah menyampaikan hasil investigasi sementara kepada publik, ia menyebut pihaknya ingin mendalami lebih jauh hasil investigasi tersebut.

Terutama yang berkaitan dengan tempat kejadian perkara 10 orang yang tewas, serta kekerasan yang dilakukan oleh anggota kepolisian dan menyangkut pelaku dari kerusuhan.
Baik itu pelaku langsung dan aktor-aktor intelektual dibalik kerusuhan tersebut.

Usman juga melihat adanya titik terang sejak Jumat lalu dan mengapresiasi langkah cepat kepolisian pada tanggal 26 Mei, pasca Amnesti merilis temuan pertama sehari sebelumnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas