Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPAI : Kekerasan Seksual di Sekolah Didominasi Guru dan Kepala Sekolah

“Pelaku kekerasan seksual di pendidikan formal yaitu sekolah didominasi oleh guru dan kepala sekolah," katanya

KPAI : Kekerasan Seksual di Sekolah Didominasi Guru dan Kepala Sekolah
ISTIMEWA
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengungkapkan pelaku kekerasan seksual di sekolah pada tahun 2019 didominasi oleh guru dan kepala sekolah.

Retno mengatakan sepanjang tahun 2019 KPAI mencatat ada sembilan kasus kekerasan seksual di tingkat sekolah dasar dan empat kasus di sekolah menengah pertama.

Baca: Buntut Korban MOS SMA Taruna, KPAI: Pemerintah Harus Turun Tangan Cegah Aksi Kekerasan di Sekolah

“Pelaku kekerasan seksual di pendidikan formal yaitu sekolah didominasi oleh guru dan kepala sekolah. Dari Januari hingga Juni 2019 kami menemukan kasus kekerasan seksual di tingkat SD sebanyak 9 kasus dan 4 kasus di tingkat SMP," ungkap Retno dalam diskusi 'PR Pendidikan di Hari Anak' di Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

“Dari kasus tersebut kami juga menemukan pelakunya adalah wali kelas, guru olahraga, guru agama, guru seni dan budaya, guru IPS, guru komputer, dan kepala sekolah. Angka tertinggi dilakukan oleh guru olahraga dan guru agama,” ucapnya menambahkan.

Ia juga menjelaskan korban dari 13 kasus kekerasan seksual di SD dan SMP sepanjang tahun 2019 itu adalah sembilan anak perempuan dan empat anak laki-laki.

“Anak perempuan atau pun anak laki-laki sama-sama menjadi korban,” imbuhnya.

Retno merasa prihatin karena dalam Undang-undang Perlindungan Anak, guru dan kepala sekolah harusnya menjadi orang tua bagi anak-anak didiknya serta melindungi mereka.

Ia juga menjelaskan berbagai modus yang digunakan guru atau kepala sekolah untuk melakukan kekerasan seksual kepada siswanya mulai dari mengajak menonton video berisi pornografi, memberikan uang hingga mengancam memberi nilai buruk jika tak mau menuruti.

Baca: Jokowi : Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik

Retno menolak tegas segala dalih pelaku yang biasa beralasan melakukan kekerasan seksual atas dasar mau sama mau.

“Tidak ada istilah suka sama suka dalam berhubungan badan dengan anak di bawah usia 18 tahun, semuanya termasuk kekerasan seksual dan masuk ranah pidana,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas