Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PKB Sayangkan Jika Parpol yang Dulu Gaungkan Narasi Kecurangan Malah Diizinkan Merapat

Setidaknya ada 3 partai politik oposisi yang berkeinginan merapat. Mereka adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.

PKB Sayangkan Jika Parpol yang Dulu Gaungkan Narasi Kecurangan Malah Diizinkan Merapat
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Dewan Syura DPP PKB Maman Imanulhaq (kiri) dalam diskusi Polemik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa janggal bila ada partai politik yang sebelumnya oposisi, namun berharap gabung ke dalam kubu pemerintahan pasca Jokowi-Ma'ruf ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Setidaknya ada 3 partai politik oposisi yang berkeinginan merapat. Mereka adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.

Menurut Dewan Syura DPP PKB Maman Imanulhaq, Koalisi Indonesia Kerja yang diisi 10 parpol semisal PDI-Perjuangan, Golkar hingga Nasdem sudah satu tahun selama gelaran kampanye Pilpres 2019, merasakan begitu banyak narasi Pemilu curang yang digaungkan kuat oleh kubu oposisi.

Baca: Link Live Streaming Indosiar Madura United vs Arema FC Via Vidio.com

Baca: Saleh Husin Minta Pertamina Jaga Ketersediaan BBM di Pulau Rote

Baca: Tak Terima disebut Dalang Kasus Ikan Asin, Barbie Kumalasari Sodorkan Fakta Mengejutkan

"Sudah satu tahun mengarungi kampanye Pilpres 2019 yang dibumbui begitu banyak narasi politik termasuk gaungan kuat narasi kecurangan Pemilu dari kubu sebelah," ujarnya dalam diskusi Polemik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Selama satu tahun pula para relawan mereka di akar rumput sibuk mengklarifikasi tuduhan narasi curang itu dengan menguatkan keyakinan masyarakat terhadap Jokowi-Ma'ruf.

"Selama satu tahun kita meyakinkan harus memilih Jokowi-Ma'ruf Amin, walau kita berhadapan dengan begitu banyak narasi politik termasuk narasi kecurangan," ungkapnya.

Maman menyayangkan jika segala jerih payah para relawan dan jajaran kader partai koalisi, dicederai dengan sikap akomodasi yang diberikan presiden terpilih.

"Tiba tiba, semuanya itu seolah-olah diakhiri 'oh iya masuk aja'," ungkap dia.

"Politik adalah seni segala kemungkinan. Tapi ini sangat menyakiti teman-teman relawan dan ini agak ganggu demokrasi," pungkas Maman.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas