Polri Beberkan Alasan Tim Teknis Gaet Densus 88 Usut Kasus Novel
Densus itu memiliki kemampuan penjajakan, IT, pengejaran, dan Militansi. Sudah teruji itu, bukan kaitannya dengan teroris,
Penulis:
Vincentius Jyestha Candraditya
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Antiteror turut bergabung sebagai salah satu unsur dalam tim teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan personel Densus 88 bergabung lantaran memiliki sejumlah kemampuan yang dirasa mampu membantu mengungkap kasus tersebut.
"Densus itu memiliki kemampuan penjajakan, IT, pengejaran, dan Militansi. Sudah teruji itu, bukan kaitannya dengan teroris, bukan. Itu kemampuan-kemampuan seperti itu yang terbaik dimiliki Densus," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).
Baca: Resepsi Mewah di jJakarta Akan Jadi Penutup Rangkaian Pernikahan Mantan Istri Tommy Kurniawan
Menurutnya, personel dengan kemampuan melakukan pengejaran di lapangan yang memiliki militansi dan pantang menyerah dibutuhkan dalam tim.
"Pengalaman selama sekian puluh tahun melakukan pengejaran terorisme itu butuh orang yang kuat di lapangan. Orang kuat bukan hanya di dalam ruangan saja, justru di lapangan itu memiliki militansi, kemudian pantang menyerah, kemampuan pengejaran, kemampuan IT. Itu lengkap itu," kata dia.
Baca: Tim Teknis Kasus Novel Diumumkan 1 Agustus, Bisa Sampai 90 Orang
Meski begitu, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menampik apabila disebut tim teknis tak bisa menangkap pelaku penyiraman Novel tanpa Densus 88. Ia lebih menegaskan bahwa kemampuan Densus 88 sudah teruji hingga patut diperhitungkan.
"Ya bisa, cuma kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh yang lain kan belum setangguh Densus, Densus kan sudah teruji sekian puluh tahun itu," tandas Dedi.