Menangis, Dokter Romi Mohon Diterima Menjadi PNS
Romi melanjutkan selama ini dirinya mampu bertugas memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Solok Selatan.
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Air mata dokter gigi Romi Syofpa Ismael menetes saat mengadukan nasibnya pada Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Dia menegaskan langkahnya mengadu ke sejumlah instansi pemerintah pusat bukanlah bentuk pembangkangan pada Pemkab Solok Selatan yang menganulir status CPNS-nya, melainkan untuk mendapatkan keadilan dan ada jalan keluar yang bisa ditempuh.
"Alhamdulilah dari semua yang telah kami lalui, mulai Kemendagri, Kemenpan RB, Kemenkes, KSP. Semua apresiasi yang sangat luar biasa. Semoga mendapat hasil yang baik untuk Ami (sapaan akrab Romi)," ucap Romi.
Romi melanjutkan selama ini dirinya mampu bertugas memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Solok Selatan.
Baca: KABAR DUKA : Agung Hercules Meninggal Dunia
Perempuan berhijab ini menuturkan dia juga tidak menginginkan kondisinya seperti ini melainkan itu semua adalah kehendak dari yang maha kuasa.
"Ami mohon kepada Pemda Kab Solok Selatan, mohon keterbukaan hati menerima Ami kembali. Terimalah Ami kembali," ujar Romi lirih.
Diketahui Romi telah mengikuti serangkaian tes CPNS 2018 di Solok Selatan, Sumatera Barat. Dia bahkan dinyatakan lolos menjadi calon pengisi formasi dokter gigi pada Desember 2018.
Tapi saat pembagian surat keputusan, kelulusan Romi dianulir dengan alasan ada kendala kesehatan. Romi dinilai tidak sehat jasmani karena kedua tungkai kakinya lemah dan menggunakan kursi roda.