Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Refly Harun: Parpol Koalisi Sekarang Sibuk Menakar Investasinya Terhadap Kemenangan Jokowi-Maruf

Mereka kini tengah sibuk menghitung dan menakar seberapa besar investasi politik yang bisa mereka raih

Refly Harun: Parpol Koalisi Sekarang Sibuk Menakar Investasinya Terhadap Kemenangan Jokowi-Maruf
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Refly Harun 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli Hukum Tata Negara sekaligus Pengamat Politik Refly Harun mengatakan jelang pembentukan kabinet kerja Jilid II pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), partai politik pengusung sedang sibuk hitung-hitungan.

Mereka kini tengah sibuk menghitung dan menakar seberapa besar investasi politik yang telah digelontorkan dan berpengaruh terhadap kemenangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

Baca: Pengamat: Citra Partai Politik Akan Positif Ketika Tidak Usung Mantan Koruptor dalam Pilkada 2020

"Menjelang pembentukan kabinet untuk Jilid ke-2 saya kira semua pihak sedang bergerilya dan menghitung berapa besar investasi politik yang sudah mereka tanam untuk kemenangan Jokowi," ujar Refly Harun dikawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Lanjut Refly Harun, geng koalisi parpol yang sedang sibuk hitung-hitungan juga dilakukan oleh Partai NasDem dan tokoh-tokoh di lingkaran Jokowi lainnya.

Tapi menurutnya, hal itu wajar dilakukan, karena masing-masing parpol ingin menunjukkan sebesar apa pengaruh mereka dalam kemenangan Jokowi-Maruf.

"Kalau kita bicara tentang persaingan politik itu ya ada persaingan antar geng politik. Jadi persaingan antar pendukung sendiri," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi-Maruf keluar sebagai pemenang Pilpres 2019. Sebanyak 10 parpol, mendukung Jokowi-Maruf.

Mereka di antaranya PDIP, Golkar, PKB, NasDem, PPP, PSI, Perindo, Hanura, PKPI, serta PBB.

PDIP, NasDem, Golkar, PKB, dan PPP yang lolos ambang batas parlemen 4 persen, berlomba-lomba mencuri perhatian Jokowi-Maruf selaku presiden dan wakil presiden terpilih.

Beberapa diantaranya bahkan terang-terangan meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi.

Semisal NasDem yang meminta jatah 11 menteri, sedangkan PKB 10 menteri.

Baca: Politikus NasDem: Nama-Nama Calon Menteri Sudah Masuk ke Jokowi

Kursi Ketua MPR juga kini tengah hangat menjadi perbincangan.

Posisi tersebut diperebutkan kubu koalisi pemerintahan, hingga kubu oposisi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas