Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gandeng PPATK dan Perbankan, Polri Siap Blokir Rekening Lembaga Pengumpul Dana untuk Teroris

Kelompok teroris menghimpun dana dengan membuat lembaga berkedok mengumpulkan dana untuk kepentingan masyarakat.

Gandeng PPATK dan Perbankan, Polri Siap Blokir Rekening Lembaga Pengumpul Dana untuk Teroris
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok teroris menghimpun dana dengan membuat lembaga berkedok mengumpulkan dana untuk kepentingan masyarakat.

Terkait hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan PPATK dan Perbankan untuk memblokir rekening lembaga-lembaga tersebut.

"Bekerja sama dengan PPATK dan Perbankan untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening tersebut dan dilakukan penyitaan agar tidak bisa dimanfaatkan oleh kelompok tersebut," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu pun mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menyalurkan dana yang berkedok demi kepentingan masyarakat.

Baca: Polri: Kelompok Teroris Kumpulkan Dana Lewat Lembaga Berkedok Kepentingan Masyarakat

Baca: PKS Tidak Khawatir Prabowo Hadir di Kongres PDIP

Baca: Gara-gara Ikan Koi Mati Saat ‘Blackout’, PLN Dituntut Ganti Rugi Lebih Dari Rp 10 Juta

Baca: Megawati Minta Kursi Menteri, Jokowi Janji PDI-P Dapat yang Terbanyak

Lembaga-lembaga yang menyalurkan dana kemanusiaan, kata dia, juga harus melakukan audit publik. Sehingga masyarakat mengetahui besaran dan tujuan dana tersebut disalurkan.

"Masyarakat harus betul-betul mampu melakukan klarifikasi, konfirmasi dan verifikasi terhadap semua perusahaan dan LSM yang meminta bantuan untuk ikut serta misalnya dalam kegiatan kemanusiaan. Itu harus ada audit publik, kalau tidak diaudit publik perusahaan tersebut rawan untuk diselewengkan," ucap jenderal bintang satu itu.

Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri mengatakan berbagai cara digunakan kelompok teroris untuk mengumpulkan dana bagi operasionalnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan salah satu cara yang digunakan adalah melalui lembaga berkedok atau seolah-olah menghimpun dana yang digunakan untuk kegiatan masyarakat.

"Dengan menggunakan pola-pola seperti lembaga-lembaga masyarakat yang menghimpun (dana) masyarakat untuk kepentingan masyarakat," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Padahal dana tersebut bukan untuk kepentingan umat, tapi digunakan untuk kepentingan organisasi dia," imbuhnya.

Ia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan pula dana yang dikumpulkan lewat kedok tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan yang nantinya dirakit menjadi bahan peledak.

Meski demikian, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menegaskan belum merindu nama lembaga apa yang digunakan kelompok teroris menghimpun dana.

Saat ini, kata dia, kepolisian melalui Densus 88 Antiteror masih menyelidiki dan memilah-milah lembaga ke masing-masing kelompok teroris.

"Ada beberapa, ini lagi dipisahkan oleh Densus mana yang masuk dalam lembaga masyarakat jaringan JI, mana yang jaringan JAD. Ini masih dipilah-pilah," ungkapnya

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas