Tribun

Pansel Ingatkan Pihak Luar Tak Umbar Keburukan Capim KPK

Hendardi mengatakan, dalam mengejek rekam jejak capim KPK yang telah lolos tahapan-tahapan yang ditentukan, pasti akan dilacak oleh beberapa institusi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Fajar Anjungroso
Pansel Ingatkan Pihak Luar Tak Umbar Keburukan Capim KPK
Wartakota/Henry Lopulalan
Kandidat Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) yang lolos seleksi administrasi mengikuti uji kompetensi di Pusdiklat Sekretariat Negara (Setneg), Jalan Gaharu I, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18 /7/ 2019). Ada 192 orang yang mengikuti seleksi tahap kedua tersebut. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pansel Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pihak luar tidak mengumbar keburukan para capim KPK di ruang publik.

Anggota Pansel Capim KPK, Hendardi mengatakan, dalam mengejek rekam jejak capim KPK yang telah lolos tahapan-tahapan yang ditentukan, pasti akan dilacak oleh beberapa institusi.

Di antaranya, BIN, Kepolisian, KPK, BNPT, BNN, Ditjen Pajak, Mahkamah Agung, PPATK, dan Kejaksaan.

"Saya mengimbau kepada siapapun, sebaiknya data seseorang yang belum tentu keburukannya tidak disampaikan di ruang publik," ujar Hendardi.

Ia meminta, pihak luar ketika mendapatkan infomasi terkait capim KPK disampaikan secara melalui jalur yang telah ditentukan dan Pansel Capim KPK terbuka dalam menerima masukan.

Baca: Pansel Godok 40 Capim KPK dengan Tahapan Profil Assessment

"Jangan berharap Pansel dapat didikte siapapun," ucap Hendardi.

Tercatat masukan yang disampaikan masyarakat kepada Pansel sampai saat ini sebanyak 14 ribu keterantan, baik melalui email maupun pesan singkat kepada tim pansel.

"14 ribu itu lebih banyak dukungan daripada mengkritisi," pungkas Hendardi.

Sebelumnya, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan bila mencermati nama-nama yang lolos tersebut pihaknya menilai tak terlalu memuaskan bagi publik.

Kurnia mengartikan bahwa pansel dinilai gagal memberikan kesan optimisme bagi publik untuk menghasilkan capim KPK yang benar-benar berintegritas, profesional, dan independen.

Menurut Kurnia, setidaknya ada dua poin penting dari hasil seleksi terbaru tersebut. Pertama, terdapat beberapa nama yang diduga mempunyai catatan serius pada masa lalu.

"Tentu poin ini mesti di kroscek ulang oleh pansel. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu terpilih menjadi Komisioner KPK," unar Kurnia kepada pewarta, Senin (5/8/2019)

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas