Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polri: Kelompok Teroris Kumpulkan Dana Lewat Lembaga Berkedok Kepentingan Masyarakat

Mabes Polri mengatakan berbagai cara digunakan kelompok teroris untuk mengumpulkan dana bagi operasionalnya.

Polri: Kelompok Teroris Kumpulkan Dana Lewat Lembaga Berkedok Kepentingan Masyarakat
Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengatakan berbagai cara digunakan kelompok teroris untuk mengumpulkan dana bagi operasionalnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan salah satu cara yang digunakan adalah melalui lembaga berkedok atau seolah-olah menghimpun dana yang digunakan untuk kegiatan masyarakat.

"Dengan menggunakan pola-pola seperti lembaga-lembaga masyarakat yang menghimpun (dana) masyarakat untuk kepentingan masyarakat," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Baca: Segera Dibuka, BKN Usul Harus Pilih CPNS 2019 atau P3K/PPPK, Ada Tenaga Honorer yang Diprioritaskan

Baca: Curhat Tania Nadira Setelah Jalani Rangkaian Prosesi Pernikahan hingga Sebulan Oke Butuh Istirahat

Baca: PKS Tidak Khawatir Prabowo Hadir di Kongres PDIP

Padahal dana tersebut bukan untuk kepentingan umat, tapi digunakan untuk kepentingan organisasi dia," imbuhnya.

Ia juga mengatakan tidak menutup kemungkinan pula dana yang dikumpulkan lewat kedok tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan yang nantinya dirakit menjadi bahan peledak.

Meski demikian, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menegaskan belum merindu nama lembaga apa yang digunakan kelompok teroris menghimpun dana.

Saat ini, kata dia, kepolisian melalui Densus 88 Antiteror masih menyelidiki dan memilah-milah lembaga ke masing-masing kelompok teroris.

"Ada beberapa, ini lagi dipisahkan oleh Densus mana yang masuk dalam lembaga masyarakat jaringan JI, mana yang jaringan JAD. Ini masih dipilah-pilah," ungkapnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas