Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Apakah TNI AD Akan Cari Penyebar Isu Enzo Zenz Allie Terpapar Ideologi Radikal ? Ini Jawaban KSAD

Andika Perkasa mengatakan pihaknya tidak punya kewenangan mengusut pihak yang menyebar isu Enzo Zenz Allie terpapar ideologi radikal.

Apakah TNI AD Akan Cari Penyebar Isu Enzo Zenz Allie Terpapar Ideologi Radikal ? Ini Jawaban KSAD
Gita Irawan/Tribunnews.com
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa saat konferensi pers di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta Pusat pada Selasa (13/8/2019). 

Namun penilaian tersebut dilakukan selama masa pendidikan.

Andika pun tidak menutup kemungkinan bahwa para Taruna calon Perwira tersebut bisa gagal selama proses pendidikan di Akademi Militer.

"Maka selama empat tahun itu pula penilaian berlaku dan tidak semuanya berhasil," kata Andika.

Ia berharap agar orang tua, keluarga, dan lingkungan Enzo dan taruna lainnya dapat membantu para taruna dalam menjalani perjalanan karirnya sehingga mereka dapat menjadi perwira TNI AD yang bisa menjaga keutuhan NKRI, menjaga kehidupan beragama yang beragam, dan bisa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta persatuan.

"Karena kalau kita tidak membantu, kami sebagai pendidik maupun organisasi pasti kami punya mekanisme untuk membina mental mereka. Membentuk mereka sehingga lama-kelamaan mereka semakin bagus tetapi peran lingkungan dari adik-adik kita ini dirumah, di keluarga juga sangat besar," katanya.

"Jadi kalo memang orang tua dan semua yang menyayangi mereka ingin melihat Enzo dan teman-temannya sukses di karirnya di TNI, mereka harus bisa membantu saat mereka pulang, saat mereka dalam keadaan susah maupun dalam keadaan yang senang semua harus membantu agar mereka tetap pada jalurnya," lanjut Andika.

Kata Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyakini pihak TNI terus melakukan monitor Taruna Akmil Magelang bernama Enzo Zenz Allie, yang dikaitkan dengan jaringan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

"TNI itu penilaian terus-menerus, sangat ketat. Pasti akan ketahuan nanti kalau muncul penyimpangan-penyimpangan perilaku," ujar Moeldoko di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Menurut Moeldoko, pihak TNI pasti melakukan seleksi yang ketat dalam menerima siswa untuk masuk ke dalam sekolah militer, dengan melakukan serangkaian tes yang harus dilalui. 

"TNI punya baterai untuk menyeleksi seseorang, psikologi ada baterainya," ucap mantan Panglima TNI itu. 

Baca: Berangkat ke Riau, Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Karhutla

Moeldoko pun mengaku akan berkomunikasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terkait ramainya pembicaraan soal Enzo di masyarakat. 

"Saya akan sampaikan ke Panglima TNI agar diwaspadai lagi," papar Moeldoko. 

Enzo tengah jadi berita dan perbincangan di masyarakat. Pertama, karena ia berdarah campuran Indonesia-Perancis. Kedua, karena ia dikaitkan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan kenapa Enzo Zenz Allie dinyatakan lolos seleksi calon prajurit taruna akademi TNI. Walaupun nama Enzo belakangan dikaitkan dengan organisasi terlarang HTI.

Baca: Sejarah Yosakoi di Jepang Tak Lepas dari Jasa Takemasa yang Memunculkan Ide Naruko

"Kan kita nggak boleh berpretensi, kita harus ada praduga tidak bersalah. Kita tidak melihat orangtua (dari Enzo) atau siapa, tetapi yang penting dirinya," kata Andika di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (9/8/2019).

"Dalam pemeriksaan parameter tes yang kami lakukan, yang bersangkutan oke. Tapi kami juga memahami mungkin ada pendalaman, jadi kita akan lakukan terhadap semuanya bukan hanya kepada dia, dan ini akan melengkapi dari hasil awal," imbuhnya.

Andika menjelaskan, pendidikan yang akan ditempuh calon prajurit taruna di Akmil adalah empat tahun.

Oleh karenanya, imbuhnya, sebenarnya masih banyak waktu bagi internal TNI untuk mengukur kemampuan dan integritas calon prajurit tersebut.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas