Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kursinya Diincar PDIP, Menteri Pertanian Amran Sulaiman Bahas Tanam Bawang Putih

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kursi terbanyak kepada Presiden Joko (Jokowi) Widodo

Kursinya Diincar PDIP, Menteri Pertanian Amran Sulaiman Bahas Tanam Bawang Putih
Kementan
Andi Amran Sulaiman lepas ekspor kapas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta kursi terbanyak kepada Presiden Joko (Jokowi) Widodo.

Meski nama calon belum dibeberkan, PDIP menyebutkan sejumlah pos yang diincar, salah satunya Menteri Pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla, Andi Amran Sulaiman enggan berkomentar banyak.

Seraya tertawa, dia mengaku hanya ingin fokus bekerja membantu petani serta mencipatkan kedaulatan pangan.

"Kita kan cuma diperintahkan bapak presiden untuk bekerja. Kerja kerja kerja," ucap Amran saat ditemui di kantornya, Selasa (13/8/2019).

Baca: Sistem Pertanian Online Terpadu Milik Kementan Fasilitasi Produsen Benih Hingga Eksportir

Saat ditanyai kemungkinannya ditunjuk kembali sebagai menteri pertanian, founder Tiran Group ini kembali tersenyum sambil menyatakan siap.

"Kami siap tanam bawang putih," kelakarnya.

Sebelumnya diberitakan, Politikus PDI Perjuangan Masinto Pasaribu menyebut partainya berharap mendapatkan jatah menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Menteri Pertanian di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang.

"Kalau kami sih berharap portofolio pertanian dan pedesaan, karena di situ banyak konstituennya," ujar Masinton di Hotel Prime Plaza, Sanur, Bali, Jumat, (9/8/2019).

Selain dua portofolio itu, Masinton jiga menilai, kader PDIP layak kembali mendapat kursi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Menurut Masinton, Yasonna Laoly memiliki kinerja yang baik selama menjabat sebagai Menkumham.

"Tapi kan semua tergantung presiden," ujarnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas