Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Warga Kini Bisa Mengadukan Kejahatan Siber Secara Online Melalui Website patrolisiber.id

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meluncurkan website atau situs patrolisiber.id, Rabu (14/8/2019).

Warga Kini Bisa Mengadukan Kejahatan Siber Secara Online Melalui Website patrolisiber.id
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meluncurkan website atau situs patrolisiber.id, Rabu (14/8/2019).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Albertus Rachmat Wibowo mengatakan situs ini akan fokus menampung laporan kejahatan siber dari masyarakat.

Nantinya situs tersebut, kata dia, akan memadukan laporan polisi dengan laporan masyarakat dan ditampilkan dalam situs.

"Website ini akan memadukan antara laporan polisi yang dilaporkan oleh masyarakat secara manual akan kita upload dan menerima laporan dari masyarakat," ujar Rachmad, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Baca: Ariel Tak Jamin Band Noah Bisa Langgeng Sampai Para Personel Menua

Baca: Jokowi Minta Kepala Daerah Beri Dukungan untuk Kemajuan Pramuka

Baca: 6 Museum Unik di Amsterdam, Ada yang Berisi Alat Penyiksaan hingga Tubuh Manusia

Ia menuturkan tiap warga yang mengadu akan mengisi kolom identitas yang telah disediakan terlebih dahulu sebelum diminta menceritakan kronologi kejadian.

Jenderal bintang satu itu menuturkan para pengadu juga dapat melampirkan dua bukti suara ataupun gambar ketika mengadu.

Kemudian penyidik siber akan menganalisis bukti serta aduan dari warga yang telah mengadu di situs patrolisiber.id.

"Situs ini hanya sebagai analisis. Laporan yang akan ditindaklanjuti adalah laporan yang disampaikan masyarakat melalui kantor polisi terdekat," kata dia.

"Namun apabila masyarakat mencantumkan identitas lengkapnya, nomor kependudukan, nomor telepon, alamat e-mailyang bisa dihubungi, ketika kami bisa menemukan pelaku yang merugikan masyarakat tersebut, kami bisa dengan mudah menghubungi masyarakat," katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas