Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wakil Ketua Bakumham: Golkar Partai Besar, dalam Kontestasi Kepemimpinan Tentu Demokratis

Menurutnya, Golkar sebagai sebuah partai solid memiliki banyak kader-kader mumpuni yang dapat diandalkan di segala bidang.

Wakil Ketua Bakumham: Golkar Partai Besar, dalam Kontestasi Kepemimpinan Tentu Demokratis
Istimewa
Muslim Jaya Butarbutar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua PP Bakumham Partai Golkar Muslim Jaya Butar Butar mengatakan Golkar sebagai partai besar yang menjadi pilar demokrasi Indonesia dalam kontestasi kepemimpinan tentu sangat demokratis.

Menurutnya, Golkar sebagai sebuah partai solid memiliki banyak kader-kader mumpuni yang dapat diandalkan di segala bidang.

"Dalam memilih Ketua Umum, faktor Kepemimpinan di Partai golkar sangat ditentukan oleh kapasitas dan kapabilitas kader. Golkar membutuhkan pemimpin yang mampu menyampaikan visi karya dan kekaryaan, dengan semboyan Suara Golkar Suara Rakyat," ujarnya, Jumat (16/7/2019).

Menurutnya, pada masa-masa ini Golkar sangat membutuhkan sosok ketua umum yang mumpuni dalam segala sektor mulai dari penguasaan organisasi sampai dengan pendekatan akar rumput untuk menyambut aspirasi rakyat, dan semua itu ada pada diri Airlangga.

Baca: Sampaikan Pesan Kebangsaan, GAMKI Beri Catatan Penting soal Refleksi HUT Ke-74 RI

Baca: 5 Zodiak yang Paling Sulit Dipahami Orang Lain, Mereka Seolah Punya Dunianya Sendiri

Baca: Mengaku Punya Jimat, Komplotan Penipu Raup Uang Ratusan Juta

"Beliau sebagai sosok santun dalam berpolitik, banyak berbuat dan bekerja untuk Golkar, terbukti Golkar mampu di posisi kedua di Pileg 2019, dalam masa kepemimpinan yg sangat singkat sekitar 1,5 tahun saja sejak dikukuhkan pada Munaslub 2017 lalu, Airlangga mampu menggerakan mesin partai."

Dalam kesempatan ini, Muslim pun menyinggung statement pengamat politik Haris Rusly Moti yang menilai kepemimpinan Airlangga gagal. Menurut dia, Haris tidak memahami Partai Golkar.

"Sebaiknya Haris tidak perlu mengomentari sesuatu yang dia masih meraba-raba sosok ketum Airlangga Hartarto yang berproses dari ormas pendiri partai. Sosok yang dibutuhkan dalam kepemimpinan partai golkar yang penuh dinamika adalah sosok pemimpin yang mampu merangkul stakeholder partai golkar dengan baik," paparnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas