Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Papua

Cerita AKBP Mariochristy Saat Walikota Sorong Dilempari Botol dan Batu di Kerusuhan

Mariochristy mengatakan Lambert menerima lemparan botol hingga batu sehingga pihaknya harus mengevakuasi yang bersangkutan.

Cerita AKBP Mariochristy Saat Walikota Sorong Dilempari Botol dan Batu di Kerusuhan
Capture Kompas TV
Massa membakar sebuah mobil di Sorong. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolres Sorong Kota AKBP Mariochristy P.S Siregar angkat bicara soal aksi kerusuhan yang menyasar Sorong, Papua Barat, Senin (19/8) kemarin.

Ia mengatakan pertemuan antara pengunjuk rasa dengan Walikota Sorong Lambert Jitmau awalnya berjalan dengan baik, dimana aspirasi pengunjuk rasa diterima.

Namun, Mariochristy mengatakan Lambert menerima lemparan botol hingga batu sehingga pihaknya harus mengevakuasi yang bersangkutan.

"Kita sudah persuasif, sama-sama kita sudah duduk bersama saat pak Walikota memberikan arahan, menerima aspirasi terus berdiskusi. Dari pengunjuk rasa melempar pak Walikota dengan botol dan batu sehingga kita evakuasi," ujar Mariochristy, saat dikonfirmasi, Selasa (20/8/2019).

Baca: Respon UGM Terkait Mahasiswanya yang Menyebarkan Foto dan Video Vulgar

Ia melihat pengunjuk rasa memiliki niat yang kurang baik lantaran berniat menemui Walikota Sorong namun justru melakukan pelemparan pada akhirnya.

Pasca pelemparan, Mariochristy mengatakan pihaknya berusaha menghalau para pengunjuk rasa dengan gas air mata serta mengimbau agar mereka membubarkan.

Adapun situasi terkini disebutnya telah terkendali, walaupun masih dilakukan penyekatan dengan maksud para pengunjuk rasa tidak berkeliaran kemana-mana.

Baca: PKB Pastikan Seluruh Pengurus Diundang Dalam Muktamar Bali

"Iya kita menghalau gas air mata kan kita mengevakuasi pak Walikota, kita menyekat supaya mereka tidak kemana-mana. Kita sudah Imbau mereka untuk bisa membubarkan diri, tapi mereka masih melempari kita dengan batu," tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Rusuh di Papua

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas