Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Buka Suara Soal Kerusuhan di Manokwari

Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla buka suara soal kerusuhan di Manokwari sampai bakar gedung DPRD Papua Barat!

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Buka Suara Soal Kerusuhan di Manokwari
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri acara Sidang Tahunan MPR tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo. Tribunnews/Jeprima 

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Buka Suara Soal Kerusuhan di Manokwari

Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla buka suara soal kerusuhan di Manokwari sampai bakar gedung DPRD Papua Barat!

TRIBUNNEWS.COM Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal kericuhan di Manokwari, Papua.

Keduanya sama-sama mengimbau agar masyarakat Papua bisa bersabar dan menahan diri atas insiden persekusi dan rasisme yang terjadi di Surabaya dan Malang.

Namun, Wapres Kalla sekaligus meminta aparat keamanan untuk menjelaskan secara terbuka akar masalah yang terjadi.

Jokowi

Presiden Jokowi memberi pernyataan relatif singkat, yakni hanya 1 menit 10 detik.

Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB memberi hormat seusai menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jokowi mengatakan, ia menyadari ada sebuah insiden dugaan persekusi dan rasisme di Surabaya dan Malang, Jawa Timur yang telah membuat tersinggung masyarakat di Papua.

Kepala Negara pun meminta masyarakat Papua memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka terluka hatinya.

"Jadi, saudara-saudaraku. Pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan.

Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah saling memaafkan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

 5 Fakta Kerusuhan di Manokwari, Kabar Provokatif di Media Sosial Hingga Warga Tuntut Permintaan Maaf

 Pernikahan Glenn Fredly dan Mutia Ayu Terkesan Mendadak, Adiknya Ungkap Persiapan Hanya 2 Bulan!

 Lagu Cinta Sejati Viral, Barbie Kumalasari Sebut Dapat Penghargaan Terfavorit

 Didi Kempot Makin Terkenal, Ini Dia Sosok Sang Istri yang Ternyata Juga Penyanyi, Beda 15 Tahun!

"Emosi itu boleh, tetapi, memaafkan itu lebih baik. Sabar itu juga lebih baik," sambung dia.

Jokowi memastikan, pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Asytari Fauziah
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas