Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kritik Jokowi Gaya Bicara Rocky Gerung Diprotes Karni Ilyas : Jangan Kasar !

Rocky Gerung pun mengungkap perbedaan alasan yang dipaparkan para ahli soal alasan pemindahan ibu kota.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: widi henaldi
zoom-in Kritik Jokowi Gaya Bicara Rocky Gerung Diprotes Karni Ilyas : Jangan Kasar !
Kolase Tribun Jateng/Istimewa
Rocky Gerung dan Karni Ilyas 

TRIBUNNEWS.COM -- Kritikan keras Rocky Gerung terhadap sosok Presiden Jokowi tampak membuat Maruarar Sirait tak tinggal diam.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu lantas menjawab setiap kritikan yang dilayangkan Rocky Gerung kepada Jokowi terkait dengan proyek pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

Hal tersebut terlihat dalam tayangan Indonesia Lawyers Club TV One edisi Rabu (21/8/2019).

Dilansir TribunnewsBogor.com, Rocky Gerung tampak gusar saat menanggapi rencana pemindahan ibu kota yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Sebab diakui Rocky Gerung, masyarakat sesungguhnya belum benar-benar pahan perihal alasan Jokowi memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

"Sampai sekarang kita enggak tahu alasan pindah dari dan masuk ke. Pindah dari Jakarta alasannya apa, masuk ke Kalimantan alasannya apa. Bukan enggak ada alasan, justru karena keterangannya bermacam-macam," ungkap Rocky Gerung.

 Sebut Anies Gubernur Akal dan Ahok Gubernur Mulut, Rocky Gerung : Ingin Jakarta Dihuni oleh Pikiran

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Rocky Gerung pun mengungkap perbedaan alasan yang dipaparkan para ahli soal alasan pemindahan ibu kota.

Banyaknya pendapat yang berbeda soal alasan pemindahan ibu kota pun menurut Rocky Gerung membuat suasana semakin tidak jelas.

"Ketua Bapenas bilang kita musti pindah karena Presiden mengatakan kita musti punya ibukota di tengah persis Indonesia. Jadi alasan geografi. Lalu orang bertanya apa pentingnya posisi geografi ?" tanya Rocky Gerung.

"Saya baca lagi, kenapa musti pindah karena Jakarta dibuat kolonial. Jadi enggak jelas lagi alasannya histori atau geografi ?" sambungnya.

Baca selengkapnya =====>>>>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas