Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rombongan DPR Ditolak Masuk Asrama Papua di Surabaya

Jimmy mengatakan bahwa pintu asrama ditutup dan ada spanduk atau kertas ‎yang bertuliskan 'kami menolak kedatangan siapapun'.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Rombongan DPR Ditolak Masuk Asrama Papua di Surabaya
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah Anggota DPR dari daerah pemilihan Papua dan Papua Barat berangkat ke Surabaya, Jawa Timur untuk melakukan dialog dengan mahasiswa Papua, Rabu, (21/8/2019).

Mereka mendatangi asrama Papua di Jalan Kalasan, Surabaya.

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon tersebut diantaranya Steven Abraham, Jimmy Demianus Ijie, Michael Watimena, dan lainnya.‎ Hanya saja rombongan kemudian ditolak untuk masuk ke dalam asrama.

Jimmy mengatakan bahwa pintu asrama ditutup dan ada spanduk atau kertas ‎yang bertuliskan 'kami menolak kedatangan siapapun'.

Baca: Puluhan Mahasiswa Demo di Banda Aceh, Persoalkan Skandal Video Mesum Bupati Simeulue

"Kami datang ke Kalasan untuk berdialog dengan adik-adik mahasiswa, tapi tidak boleh " ujar Jimmy kepada Tribunnews.

Jimmy mengatakan terus berupaya memanggil mahasiswa yang berada di dalam asrama. Ia berharap para mahasiswa mau berdialog, agar dapat dicari solusi penyelesaian masalahnya.

"Semoga adik adik mahasiswa kami mau berdialog," katanya.

Baca: Sambangi KPK, Menkes Nila Moeloek Sebut Pengadaan Obat dan Alkes Membaik

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut politikus PDIP itu ketegangan di Papua harus diselesaikan dengan pendekatan budaya dan ada istiadat.

Ia menghimbau kepada kepala daerah untuk turun ke lapangan meredakan ketegangan yang sudah menjalar ke Fak-fak.

"Tidak ada cara lain lagi kecuali dengan pendekatan persuasif. Jangan hanya bicara di media" katanya.

Hal yang sama disampaikan Steven Abraham. Kepada Tribunnews ia mengatakan dialog akan terus diupayakan untuk meredakan ketegangan di Papua.

"Ini kami terus upayakan dialog, kami terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah di sini. Nanti kalau sudah ada update akan kami informasikan" katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas