Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemindahan Ibu Kota Negara

Dipanggil Sahabat Oleh Jokowi, Sandiaga: Tugas Sahabat Adalah Mengingatkan

Bagi Sandiaga, sahabat memiliki tugas mengingatkan Presiden untuk tidak mengambil kebijakan yang salah serta membuat kebijakan yang tidak populer

Dipanggil Sahabat Oleh Jokowi, Sandiaga: Tugas Sahabat Adalah Mengingatkan
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Mantan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno dalam diskusi yang digelar PAN di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sapaan sahabat dari Presiden Joko Widodo kepada Sandiaga Uno dalam sidang tahunan MPR RI pada 16 Agustus 2019 lalu memberikan kesan mendalam bagi mantan wakil gubernur Jakarta tersebut.

Bagi Sandiaga, sahabat memiliki tugas mengingatkan Presiden untuk tidak mengambil kebijakan yang salah serta membuat kebijakan yang tidak populer namun penting bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Tanggal 16 Agustus 2019 kemarin saya mendapat undangan langsung dari Pak Zulkifli Hasan selaku Ketua MPR RI dan di dalam sidang tahunan itu saya dipanggil sahabat oleh Pak Presiden Jokowi. Tugas sahabat yang baik adalah mengingatkan jika ada yang salah, bukan justru terus mendorong kesalahan itu,” ungkap Sandiaga.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam agenda diskusi “Selamatkan Indonesia dari Kebangkrutan” yang digelar PAN di Gedung Joeang 45, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Baca: Pengamat: Tak Perlu 10 Orang, Pimpinan MPR RI Cukup 2 Orang Saja

Lebih lanjut Sandiaga mengingatkan agar pemerintah tidak terus menjejali publik dengan isu pemindahan ibu kota.

Karena menurutnya anggaran pemindahan ibu kota tak tercantum dalam RAPBN 2020 yang disampaikan Presiden Jokowi dalam sidang tahunan MPR RI yang berarti tidak akan dimulai tahun ini.

“Kalau kita dengar nota keuangan RAPBN 2020 bahwa di dalamnya sama sekali tak tercantum anggaran untuk pemindahan ibu kota. Itu berarti isu ini harus dikesampingkan dan jangan terlalu sita perhatian publik,” tegasnya.

Baca: Tiga Alasan Mengapa Bukit Soeharto di Kaltim Dicoret dari Daftar Kandidat Calon Ibu Kota RI

Ia menilai isu ekonomi yang dihadapi masyarakat serta kelesuan ekonomi Indonesia harusnya menjadi perhatian publik serta pemerintah.

“Kalau saya bilang kita harus kembali ke laptop, isu pemindahan ibu kota harus dikesampingkan karena tidak darurat dan terbukti dengan tidak dimasukkan dalam RAPBN 2020. Isu ekonomi sehari-hari masyarakat dan pelambatan ekonomi nasional harus jadi perhatian,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pemindahan Ibu Kota Negara

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas