Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kabinet Jokowi

Letjen Purn Prof Syarifudin Tippe Disebut-sebut Masuk Bursa Calon Menhan di Kabinet Jokowi Jilid II

Saat ini Tippe aktif mengajar Pasca Sarjana di Universitas Jayabaya dan beberapa Universitas di Jakarta.

Letjen Purn Prof Syarifudin Tippe Disebut-sebut Masuk Bursa Calon Menhan di Kabinet Jokowi Jilid II
IST
Pangarmabar Laksamana Muda TNI Didit Hediawan, MPA MBA, menyerahkan cinderamata kepada Rektor Unhan Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) DR. Syarifudin Tippe, M. Si., sesaat sebelum sosialisasi tentang Unhan di Gedung O.B Syaaf Markas Komando (Mako) Koarmabar, Selasa (21/2/2012). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Perbincangan tentang nama-nama calon menteri di kabinet Jokowi terus menghangat. Sejumlah nama baru bermunculan dan disodorkan. Baik oleh masyarakat, maupun kelompok-kelompok masyarakat, termasuk kelompok yang dulu mendukung di Pilpres.

Nama baru yang kini juga mulai muncul ke permukaan adalah Letjen TNI (Purn) Prof. DR Syarifudin Tippe MSi.

Pensiunan jenderal yang bergelar Profesor Pertahanan kelahiran  injai-Sulawesi Selatan 7 Juni 1953 ini disebut-sebut namanya masuk calon menteri pertahanan di kabinet Jokowi jilid II.

Akrab disapa Bang Tippe, lulusan Akabri tahun 1975 ini pernah menjabat sebagai Komandan Seskoad, pendiri Unhan (Universitas Pertahanan) dan rektor pertama di Unhan.

Saat ini Tippe aktif mengajar Pasca Sarjana di Universitas Jayabaya dan beberapa Universitas di Jakarta.

Tippe juga aktif di kegiatan sosial dan menjadi ketua Dewan Pakar LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) sampai saat ini.

Syarifudin Tippe menyatakan, ada dua modal sosial yang ia peroleh dari perjalanan kariernya sebagai prajurit TNI dan sebagai akademisi sejak tahun 1976 sampai dengan 2012.

Baca: Gubernur Lukas Enembe: Kenapa Tak Terjunkan Banser untuk Bela Mahasiswa Papua yang Dipersekusi

"Kedua modal sosial tersebut menjadi basis optimisme saya untuk berkiprah kepada bangsa dan negara," sebutnya dalam keterangan pers kepada Tribunnews, Kamis (22/8/2019).

Baca: Inilah Benny Wenda, Sosok yang Disebut Tokoh di Balik Rusuh Papua dan Kini Bermukim di Inggris

Dia mencontohkan, saat bertugas di Aceh dirinya mampu menciptakan kondisi yang kondusif di Aceh ketika menjabat Danrem 012/Teuku Umar, 1999-2001. 

Baca: Cerita Lengkap Asal-muasal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua oleh Ormas di Surabaya

Dia menggunakan basis filosofis yaitu "Jangan tembak kepala orang Aceh, tapi tembaklah hatinya", yang kemudian dia direalisasikan melalui strategi merebut hati dan pikiran masyarakat Aceh.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kabinet Jokowi

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas