Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Papua

Mahfud MD: Rasisme Berbahaya dan Melanggar Kemanusiaan

Mahfud MD menilai desakan untuk menindak tegas secara hukum pelaku dugaan tindakan rasisme dan persekusi

Mahfud MD: Rasisme Berbahaya dan Melanggar Kemanusiaan
Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Mahfud MD di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai desakan untuk menindak tegas secara hukum pelaku dugaan tindakan rasisme dan persekusi terhadap warga Papua di Jawa Timur mutlak harus dilakukan aparat penegak hukum dan negara.

Menurutnya tindakan rasisme berbahaya dan melanggar kemanusiaan.

Ia pun membandingkan dengan cara masyarakat di Eropa dalam menghadapi rasisme.

Baca: Perjalanan Cinta Aceng Fikri yang Penuh Kontroversi, 2 Kali Cerai Lewat SMS, Ini Deretan Mantannya

Baca: Farhat Abbas Tak Percaya Ponsel Hotman Paris Hilang: Kebohongan yang Menginternasional

Baca: Miley Cyrus Tak Terima Dibilang Berselingkuh dari Liam Hemsworth: Aku Bukan Pembohong

Baca: Pansel Libatkan Dua Ahli Saat Tes Wawancara Calon Pimpinan KPK

“Rasisme itu berbahaya dan merusak kemanusiaan. Kalau anda di Jerman dilarang menyebut nama Adolf Hitler karena itu adalah lambang rasisme, lalu kalau dalam pertandingan sepak bola Eropa anda menyampaikan rasisme maka anda dikeluarkan dari lapangan dan klub anda didenda. Kalau suporternya yang rasis, klub juga kena denda,” ungkap Mahfud MD ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

Mahfud MD menegaskan aparat keamanan perlu fokus mengusut tuntas pemicu rasisme dan pembuat eskalasinya yang semakin besar.

Apalagi jika ada pihak-pihak yang memang bertendensi merusak keutuhan bangsa dengan cara tersebut.

Ia juga mendesak masyarakat dan pemerintah tidak menganaktirikan warga Papua untuk mencegah konflik serupa terulang.

“Perlu diakui bahwa warga Papua di sejumlah tempat dihindari, padahal mereka justru ras yang melahirkan warga bangsa Indonesia yang lainnya. Oleh karena itu hal tersebut perlu dihentikan, dan pemerintah harus mengkontrol benar kebijakannya hingga bawah yang bertujuan menghilangkan kesenjangan ekonomi, sosial budaya, politik, dan lain-lain terhadap warga Papua,” pungkas Mahfud.

Tindak tegas

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas