Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Papua

Tersangka Baru Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Akan Diperiksa Senin

SA, tersangka baru kasus ujaran kebencian berbau rasisme di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya, akan diperiksa, Senin (2/9/2019) pekan depan.

Tersangka Baru Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Akan Diperiksa Senin
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jumat (30/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SA, tersangka baru kasus ujaran kebencian berbau rasisme di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya, akan diperiksa, Senin (2/9/2019) pekan depan.

SA nantinya akan diperiksa bersama TS, tersangka yang telah lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (28/8/2019) lalu.

"Senin kan baru diperiksa semuanya (SA dan TS)," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jumat (30/9/2019).

Ia juga mengatakan pihak kepolisian terus berupaya mengembangkan penyelidikan dan mendalami kasus tersebut.

Baca: Kantor dan Berkas Penetapan Anggota DPRD Terpilih Ludes Dibakar, Ini Harapan KPU Papua

Baca: Videonya Makan Gurita Tuai Protes, Ria Ricis Buat Klarifikasi: Sebelumnya Saya Minta Maaf

Baca: Hal-Hal Menarik Saat Persib Bandung Menang Tipis dari PSS: Pencetak Gol Bukan Pemain Anyar

Baca: Geger Temuan Tulang Belulang Manusia di Pluit, Posisinya Dalam Keadaan Tertidur di Ranjang

Karenanya, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan tak menutup kemungkinan bakal ada penambahan tersangka kembali.

"Nah, tak menutup kemungkinan kalau ada perkembangan tersangka baru akan diumumkan," kata dia.

Lebih lanjut, Dedi menyebut hingga saat ini SA belum ditahan lantaran penahanan yang bersangkutan harus menunggu hasil pemeriksaan dan gelar perkara oleh penyidik.

"Belum ditahan karena Senin baru diperiksa kan. Dalam hal ini, penyidik, selain memeriksa saksi dan uji labfor, juga memeriksa saksi ahli bahasa dan pidana. Saksi bahasa terkait diksi yang disampaikan masuk nggak dalam unsur penghinaan," katanya.

Jokowi gelar rapat terbatas

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Rusuh di Papua

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas