Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sidang Praperadilan Istri Kivlan Zen Lawan Kapolri, Polisi Akan Bawa Putusan Praperadilan

"Putusan praperadilan yang dulu bahwa sudah ditolak semuanya. Apa yang termohon praperadilan hari ini sebenarnya sudah diputuskan," katanya

Sidang Praperadilan Istri Kivlan Zen Lawan Kapolri, Polisi Akan Bawa Putusan Praperadilan
Tribunnews.com/Gita Irawan
Tim Kuasa Hukum istri tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Dwitularsih Sukowati menyerahkan enam bukti dalam sidang lanjutan praperadilan kliennya melawan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (4/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa Hukum Kapolri akan membawa putusan praperadilan Nomor75/Pid.Pra/2019/PNJKT.SEL yang pada pokoknya menyebutkan bahwa hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak seluruh permohonan gugatan praperadilan Kivlan Zen melawan Polda Metro Jaya tertanggal 30 Juli 2019.

"Putusan praperadilan yang dulu bahwa sudah ditolak semuanya. Apa yang termohon praperadilan hari ini sebenarnya sudah diputuskan dalam putusan praperadilan sebelumnya (Nomor75/Pid.Pra/2019/PNJKT. SEL)," kata anggota kuasa hukum Kapolri AKBP Nova Irone Surentu usai sidang permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (4/9/2019).

Baca: Istri Kivlan Zen Bawa Kartu Nikah Sampai Buku Saku Sebagai Bukti di Sidang Praperadilan

Diberitakan sebelumnya, dalam jawaban tertulis pihak termohon dalam eksepsi mengatakan bahwa materi perkara tersebut sama dengan perkara nomor 75/Pid.Prap/2019/PN.Jkt.Sel dan sudah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya selaku termohon.

Dalam jawabannya, termohon mengatakan secara organisatoris Kapolri tidak bisa dipisahkan dengan Polda Metro Jaya dan Dwitularsih tidak bisa dipandang berbeda dengan suaminya, Kivlan Zen.

Untuk itu termohon menilai perkara tersebut Ne Bis In Idem atau asas di mana terdakwa diadili lebih dari satu kali atas satu perbuatan kalau sudah ada keputusan yang menghukum atau membebaskannya. 

Diberitakan sebelumnya juga, Hakim tunggal Achmad Guntur, memutuskan untuk menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen.

Hakim menilai penetapan tersangka dan penyitaan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian telah sesuai prosedur.

"Maka permohonan pemohon tentang penetapan tersangka dan penangkapan dan penyitaan tidak beralasan. Dan oleh karena itu permohonan pemohon ditolak seluruhnya," ujar Guntur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

"Mengadili permohonan praperadilan pemohon seluruhnya, dan membebankan biaya praperadilan sebesar nihil. Demikian diputuskan pada Selasa, 30 Juli 2019," tambah Guntur.

Sidang kali ini tidak dihadiri oleh Kivlan Zen selaku pemohon.

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta mengungkapkan kliennya tidak hadir karena sakit.

Sebelumnya, dalam dalam gugatannya pihak Kivlan Zen menyoroti dasar penangkapan terhadap kliennya.

Kivlan Zen menduga ada kesalahan administrasi yang dilakukan saat penangkapan dirinya.

Salah satu yang dipermasalahkan adalah Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Baca: Kuasa Hukum Istri Kivlan Zen Tolak Jawaban dari Kuasa Hukum Kapolri di Praperadilan

Menurut pihak Kivlan Zen, ada kesalahan administrasi dalam penggunaan SPDP yang digunakan sebagai dasar penangkapan terhadap Kivlan.

Pihak Kivlan, SPDP Kivlan baru diterima kliennya beberapa hari usai penangkapan. Tonin menyebut penangkapan terhadap kliennya berdasarkan SPDP orang lain.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas